Virus Corona

Ini yang Bisa Diterapkan Demi Selamatkan Pekerja Industri Tekstil

penurunan tarif listrik akan berdampak positif bagi industri, karena tidak hanya biaya produksi saja yang dapat ditekan

Ini yang Bisa Diterapkan Demi Selamatkan Pekerja Industri Tekstil
Kontan
Salah satu kegiatan di Industri tekstil 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mewabahnya virus corona (Covid-19) selama beberapa bulan terakhir turut berdampak pula pada sektor tekstil dan memicu kelesuan, karena permintaan yang sangat rendah di pasaran.

Hingga akhirnya banyak usaha seperti konveksi dan garmen terpaksa berhenti beroperasi.

Bahkan para pekerja pabrik tekstil, garmen maupun konveksi ini kini dibayangi sejumlah dampak buruk, mulai dari pengurangan upah, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) hingga sulitnya mereka dalam memperoleh Tunjangan Hari Raya (THR) jelang Lebaran.

Baca: 12 Mitos Tentang Corona, Cuaca Panas Dapat Tularkan Covid-19 hingga Penggunaan Antibiotik

Baca: Rapper Drake Ungkap Dirinya Negatif Covid-19, Sempat Mengasingkan Diri

Menanggapi hal ini, Ekonom INDEF Bhima Yudhistira menilai ada beberapa hak yang perlu diperhatikan pemerintah untuk menyelamatkan sektor ini di tengah tekanan corona yang mengancam berbagai sektor penopang perekonomian.

Menurutnya, penurunan tarif listrik akan berdampak positif bagi industri, karena tidak hanya biaya produksi saja yang dapat ditekan, namun juga diyakini mampu memperkuat daya saing serta menjaga keberlangsungan usaha.

Pada jam sibuk, pemerintah melalui PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero diharapkan dapat memberikan potongan harga hingga 60 persen.

"Untuk sektor tekstil dan pakaian jadi ada beberapa saran, diskon tarif listrik hingga 40-60 persen untuk industri padat karya di jam sibuk," ujar Bhima, Senin (23/3/2020).

Selain itu, untuk mengurangi beban para pekerja pabrik di tengah rendahnya permintaan pada industri tekstil, kebijakan seperti memberikan layanan BPJS Kesehatan secara gratis pun bisa menjadi opsi.

"Gratiskan BPJS Kesehatan untuk seluruh pekerja perusahaan garmen," jelas Bhima.

Kemudian penangguhan seluruh pajak badan dan pajak daerah bagi perusahaan garmen juga bisa diterapkan untuk menyelamatkan industri ini.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved