Pertamina: Konsumsi Elpiji Non Subsidi Naik 25 Persen

Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) III mencatat peningkatan konsumsi LPG atau Elpiji nonsubsidi

Pertamina: Konsumsi Elpiji Non Subsidi Naik 25 Persen
ist
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) III mencatat peningkatan konsumsi LPG atau Elpiji nonsubsidi rumah tangga di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten sepekan terakhir.

Peningkatan itu seiring dengan imbauan pemerintah kepada masyarakat untuk membatasi mobilisasi di luar rumah sebagai upaya pencegahan penularan virus Covid-19.

Unit Manager Communication & CSR MOR III Dewi Sri Utami mengatakan, peningkatan konsumsi yang signifikan terjadi terhadap produk Elpiji nonsubsidi Bright Gas dan Elpiji 12 Kg.

Baca: 61 Warga Jabar Positif Covid-19, Ridwan Kamil: 70 Persen di Wilayah Bodebe

Baca: Kenali Gejala dan Ciri-ciri Terinfeksi Virus Corona, Bedanya dengan Flu Biasa

“Peningkatan terbesar rata-rata 25 persen untuk wilayah Jakarta, Bogor, dan Depok. Sedangkan untuk wilayah Banten, permintaan meningkat rata-rata 24 persen,” kata Dewi, Senin (23/3/2020).

Pemerintah mengimbau masyarakat membatasi mobilisasi keluar rumah, bekerja, sekolah dan beribadah dari rumah, sehingga masyarakat banyak melakukan aktivitas di rumah termasuk untuk memasak.

“Di lapangan, tim kami tetap siap dan siaga bekerja melayani kebutuhan Elpiji masyarakat,” jelas Dewi.

Sebelumnya, Pertamina juga mencatat layanan pemesanan Elpiji nonsubsidi melalui Call Center Pertamina 135 juga mengalami kenaikan hingga 64 persen dibanding jumlah pemesanan pada bulan Februari 2020 lalu.

Pemesanan melalui Pertamina Delivery Service ini merupakan layanan pesan antar produk Pertamina yakni BBM dan Elpiji nonsubdisi.

Konsumen tidak perlu keluar rumah, cukup menyebutkan jenis produk yang akan dipesan, serta alamat antar.

Produk akan diantar dari pangkalan atau agen terdekat oleh petugas pengantar yang dibekali dengan alat pelindung diri dan alat kebersihan, seperti sarung tangan dan masker.

Harga produk untuk Elpiji nonsubidi yakni Rp 70 ribu untuk Bright Gas 5,5 Kg dan Rp 145 ribu Untuk Bright Gas 12 Kg. Untuk Elpiji, terdapat biaya pengantaran yakni Rp 15 ribu per tabung.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved