Perbankan Disesak Segera Turunkan Suku Bunga Kredit

Perry Warjiyo meminta kepada seluruh perbankan untuk segera menurunkan suku bunga kreditnya dan menyesuaikan dengan suku bunga acuan BI.

Perbankan Disesak Segera Turunkan Suku Bunga Kredit
Yanuar Riezqi Yovanda/Tribunnews.com
Gubernur BI Perry Warjiyo 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo meminta kepada seluruh perbankan untuk segera menurunkan suku bunga kreditnya dan menyesuaikan dengan suku bunga acuan BI.

Alasannya, BI telah menurunkan suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,5 persen pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung 19 Maret 2020.

"Kami juga meminta kepada perbankan untuk segera menurunkan suku bunga kredit," kata Perry melalui konfrensi video, Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Baca: Juventus Panaskan Perburuan Gelandang Valencia, Ferran Torres

Baca: Terjangkit Virus Corona, Paulo Maldini Dapat Dukungan dari Fransesco Totti, Carles Puyol hingga Kaka

Baca: Pertamina Lakukan Disinfektasi di Ring I Integrated Terminal Surabaya

Selain itu, Perry mengungkapkan rasa terima kasih kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir yang telah merespon permintaan BI.

"Kami berterima kasih kepada Pak Menteri BUMN telah menginstruksikan kepada bank-bank BUMN untuk segera menurunkan suku bunga kredit dan menyalurkan kredit," ucapnya.

Menurut Perry, pihaknya telah berupaya menstabilkan pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot. Melalui pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder dan intervensi melalui transaksi lindung nilai atau Domestic Non Deliverable Forward (DNDF).

"Kami juga melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah melalui intervensi, baik di spot, DNDF, maupun pembelian SBN di pasar sekunder," katanya.

BI saat RDG 19 Maret lalu, kembali merelaksasi kebijakannya. Adapun 7 langkah kebijakan BI lanjutan untuk mengatasi stabilitas pasar keuangan tersebut meliputi:

1. Memperkuat intensitas kebijakan triple intervention untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamental dan mekanisme pasar, baik secara spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), maupun pembelian SBN dari pasar sekunder.

2. Memperpanjang tenor Repo Surat Berharga Negara (SBN) hingga 12 bulan dan menyediakan lelang setiap hari untuk memperkuat pelonggaran likuiditas rupiah perbankan yang berlaku efektif sejak 20 Maret 2020.

Halaman
12
Editor: Sanusi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved