Virus Corona

Industri Mainan Lokal Tersengat Virus Corona dan Pelemahan Rupiah

Asosiasi Mainan Indonesia (AMI) mengakui dampak virus corona memukul telak pelaku industri mainan dalam negeri.

Industri Mainan Lokal Tersengat Virus Corona dan Pelemahan Rupiah
Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan
Seorang pedagang merapikan boneka yang di jual di jalan alteri Soekarno Hatta, Kota Semarang, Jateng 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Asosiasi Mainan Indonesia (AMI) mengakui dampak virus corona memukul telak pelaku industri mainan dalam negeri.

Bahkan importir mainan sudah berhenti beroperasi untuk sementara waktu, sedangkan produsen lokal juga mengurangi produksinya akibat bahan baku yang terhambat serta penjualan yang seret.

Ketua Umum Asoiasi Mainan Indonesia Sutjiadi Lukas mengungkapkan, sebenarnya keadaan wabah virus corona bisa menjadi peluang bagi industri lokal untuk meningkatkan produksi dan penjualan karena importir tidak bisa memasok barang sehingga mainan impor yang beredar tidak lagi banyak.

Baca: Cerita dr Tirta Beli Masker hingga Ratusan Juta dari Oknum: yang Penting Teman Selamat

Baca: Sama-sama Disertai Batuk, Ini Perbedaan Gejala Virus Corona dengan Flu Biasa dan Influenza

"Meski ada peluang, rupanya pabrik lokal terkendala di stok komponen spare part yang menipis jadi susah juga untuk meningkatkan produksi," jelasnya kepada Kontan.co.id, Selasa (24/3).

Sutjiadi buka-bukaan soal kondisi pelaku industri mainan di tengah wabah corona yang membuat kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) makin melemah belakangan ini.

Katanya bahan baku mainan yang 25% masih diimpor akan makin mahal sehingga ada perusahaan yang sudah pesan barang terpaksa ditunda pengirimannya. Pasalnya saat ini acuan kurs yang digunakan pelaku industri mainan di level Rp 14.500 per dolar AS.

Nah, saat ini, nilai tukar rupiah sudah terbang hingga capai Rp 16.500 per dolar AS.

Baca: Ketua RT di Malang Meninggal Seusai Ikut Penyemprotan Disinfektan

Tanggungan rugi yang harus diterima pelaku industri mainan membuat semua pengusaha importir berhenti berbisnis sementara waktu. Sutjiadi menjelaskan seandainya tetap boleh impor, para importir akan berpikir dua kali soal daya beli masyarakat jikalau harga mainannya jadi mahal. Sebab, situasi saat ini masyarakat sedang mempersiapkan bulan puasa, lebaran, dan bayaran masuk sekolah.

Di sisi lain, produsen lokal juga kena getah dari mewabahnya virus corona. Sutjiadi menjelaskan saat ini produsen mainan hanya menghabiskan stok komponen yang ada.

Adapun produsen mainan yang mengerjakan produk tanpa komponen hanya mengandalkan cetakan mesin injeksi. Itu pun produsen lokal terpaksa mengurangi jam kerja produksinya karena kekurangan bahan baku dan penyerapan mainan di pasaran jadi seret.

Meski demikian, Sutjiadi menyatakan sementara ini belum ada upaya pemutusan hubungan kerja ke buruh hanya saja jam kerja sudah mulai dipangkas, dari sebelumnya dua shift menjadi satu shift dan sistem kerjanya bergantian tiga hari sekali.

Berita Ini Sudah Tayang di KONTAN, dengan judul: Virus corona dan pelemahan rupiah jadi pukulan telak industri mainan dalam negeri

Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved