Virus Corona

Kena PHK karena Tempat Kerja Terimbas Corona? Pemerintah Akan Kasih Penggantian Rp 5 Juta

Susiwijono menjelaskan, besaran bantuan tersebut totalnya mencapai Rp 5 juta untuk satu orang pekerja yang dibayar selama 4 bulan.

Kena PHK karena Tempat Kerja Terimbas Corona? Pemerintah Akan Kasih Penggantian Rp 5 Juta
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
ILUSTRASI - Sekitar 1.000 pelinting Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang seluruhnya ibu-ibu di Surabaya melakukan aksi sosial di sekitar Monumen Kapal Selam di Jl Pemuda, Selasa (24/9/2020). Pelinting SKT khawatir jika pabrik tempatnya bekerja terus-terusan menghentikan aktivitas produksinya, maka perekonomian keluarga terancam terganggu. Ibu-ibu pelinting berharap pemerintah menaruh perhatian terhadap nasib ratusan ribu buruh linting, yang mayoritas berlatar belakang pendidikan sekolah dasar. Jika di-PHK, mereka tidak mudah mendapatkan pekerjaan lain, terlebih pekerjaan yang menghasilkan upah layak seperti di sektor SKT. (SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ) 

Laporan Reporter Tribunnews, Yanuar Yovanda

 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan, karyawan yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat adanya wabah virus corona atau Covid-19 akan dapat insentif.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono mengatakan, bantuan untuk para pekerja di sektor formal menggunakan skema BP Jamsostek.

"Jadi kita perbesar dana operasional BP Jamsostek untuk memberikan bantuan sosial," ujarnya saat teleconference di Jakarta, Kamis (26/3/2020).

Susiwijono menjelaskan, besaran bantuan tersebut totalnya mencapai Rp 5 juta untuk satu orang pekerja yang dibayar selama 4 bulan.

Baca: Cerita Tentang Sidang Skripsi Ditunda Setelah Pegawai Kampus Positif Terinfeksi Virus Corona

"Kami berikan Rp 1 juta ditambah insentif Rp 1 juta per bulan selama 4 bulan, sehingga kurang lebih sekira Rp 5 juta," katanya.

Selain itu, ia menambahkan, pemerintah tetap berupaya menjaga kelangsungan usaha agar tidak ada pengurangan upah dari perusahaan.

Baca: Di Kota Padang, Bule Dicegah Masuk Pasar Tradisional demi Waspadai Pandemi Corona

"Ini mengatur kembali mengenai pentingnya para pengusaha tetap memperhatikan perlindungan pengupahan buat buruh. Hari ini memang kita harus jaga antara bagaimana tetap mencegah penularan penyebaran virus, tapi usaha tetap jalan dan sekali lagi upah buruh dijaga oleh para pengusaha," ujar Susiwijono.

Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved