Gejolak Rupiah

Rupiah Mulai Berotot, Gubernur BI: Sentimen Positif di Pasar Keuangan Global

Kamis (26/3) rupiah di kurs referensi Jisdor diperdagangkan di Rp 16.328 per dolar AS menguat 0,95%

Rupiah Mulai Berotot, Gubernur BI: Sentimen Positif di Pasar Keuangan Global
Yanuar Riezqi Yovanda/Tribunnews.com
Gubernur BI Perry Warjiyo 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada hari ini.

Kamis (26/3) rupiah di kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) diperdagangkan di Rp 16.328 per dolar AS menguat 0,95% dari penutupan Selasa (26/3) yang ada di level Rp 16.486 per dolar AS.

"Sejak hari Selasa yang lalu nilai tukar rupiah semakin membaik. Mekanisme pasar berlangsung secara baik, bid-offer berlangsung. Terima kasih kepada pelaku pasar baik bank, eksportir, investor global. Kondisi baik kini mengurangi tekanan di nilai tukar rupiah," kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Kamis (26/3).

Baca: Lanjutkan Penguatan, Rupiah ke Level Rp 16.278 per Dolar AS pada Kamis Siang

Baca: Anies Baswedan Gratiskan Hotel Bintang 4 Ini untuk Bantu Tim Medis Perangi Corona: Kerja Besar

Baca: Indonesia Open 2020 Diundur Imbas Pandemi Corona, PBSI Tunggu Persetujuan BWF

Perry juga mengatakan penguatan mata uang Garuda tak lepas dari sentimen positif di pasar keuangan global. Seperti contohnya paket stimulus fiskal serta injeksi likuiditas negara-negara maju.

Di AS, senat telah menyetujui usulan untuk paket stimulus fiskal senilai US$ 2 triliun. Perry merinci, ini dialokasikan untuk kesehatan sebesar US$ 100 miliar, US$ 350 miliar untuk UMKM, US$ 250 miliar untuk tenaga kerja, dan US$ 500 miliar untuk dunia usaha, serta untuk alokasi bantuan-bantuan sosial.

Tak cuma AS, Jerman juga telah direstui untuk memberikan paket stimulus fiskal senilai 10% dari PDB mereka atau setara dengan US$ 860 miliar.

"Langkah stimulus fiskal tersebut memperkuat langkah-langkah bank sentral yang telah memberikan pelonggaran moneter," tambah Perry.

Sementara dari sisi likuiditas, beberapa bank sentral juga telah habis-habisan menyuntikkan likuiditas di pasar keuangan.

Seperti The Fed yang telah membeli surat berharga dari sektor keuangan dan dari sektor korporasi. Ada juga bank sentral Eropa yang sepakat melakukan injeksi likuiditas dan mengambil langkah relaksasi-relaksasi lain.

Berita Ini Sudah Tayang di KONTAN, dengan judul: Rupiah menguat, Gubernur BI: Tak lepas dari sentimen positif di pasar keuangan global

Editor: Sanusi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved