Ada Kabar Terminal Bus di Jawa Tengah Ramai Pemudik, Ini Kata IPOMI

Kurnia Lesani Adnan menilai kabar terminal bus di Jawa Tengah kedatangan banyak bus dari Jabodetabek perlu dikroscek secara detail.

WARTA KOTA/WARTA KOTA/Nur Icshan
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan menilai kabar terminal bus di Jawa Tengah kedatangan banyak bus dari Jabodetabek perlu dikroscek secara detail.

Sani, sapaannya, menyebut berdasarkan data okupansi rata-rata perusahaan otobus (PO) hanya tinggal tersisa 20 persen.

"Mungkin pernyataan beliau (Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo) saat awal dinyatakan KLB. Mungkin update beliau juga tidak lengkap infonya," kata Sani saat dihubungi Tribunnews.com, Jumat (27/3/2020).

Baca: Ngeyel Nongkrong di Area Publik, 249 Orang Diamankan Polda Jatim

Baca: BMKG: Peringatan Dini Cuaca 27-28 Maret 2020, Wilayah Ini Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

"Dari Senin (23/2/2020) sampai saat ini okupansi 20 persen dari kapasitas bus dan bus yang operasi hanya 30 persen dari existing," ujar pria yang juga pemilik PO Siliwangi Antar Nusa tersebut.

Menurut Sani, kenaikan penumpang lebih tepat saat status Kejadian Luar Biasa (KLB) disampaikan oleh beberapa pemerintah daerah di Jawa Tengah.

Sebelumnya ramai diberitakan ribuan pemudik dini dari Jabodetabek kembali ke kampung halamannya menyusul rencana kebijakan larangan mudik.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta seluruh bupati dan wali kota di provinsinya memantau secara ketat perantau yang mempercepat mudiknya.

"Terjadi peningkatan penumpang dari Jabodetabek yang turun di terminal-terminal di Jawa Tengah. Misalnya pada 22 Maret di Terminal Bulupitu Purwokerto ada 2.323 penumpang turun dan di Terminal Giri Adipura Wonogiri ada 2625 penumpang," kata Ganjar, Rabu (25/3/2020).

Situasi yang sama juga terjadi di Terminal Cepu, Pemalang, Kebumen, Wonosobo, dan Cilacap.

Agar para perantau ini tidak menjadi pembawa virus corona, Ganjar meminta para kepala daerah menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved