SKK Migas Gandeng BUMN Tingkatkan Kandungan TKDN

SKK Migas menggandeng sejumlah BUMN untuk meningkatkan penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada kegiatan usaha hulu migas.

Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Petugas melakukan pengecekan pipa gas milik Perusahaan Gas Negara (PGN) di Kawasan Industri Wijaya Kusuma, Tambak Aji, dan pipa gas di kawasan Semarang Utara, Jawa Tengah, Kamis (3/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - SKK Migas menjalin kontrak kerjasama lima tahun dengan empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di antaranya PT Pertamina (EP), Citilink Indonesia, Surveyor Indonesia, dan Sucofindo untuk meningkatkan penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada kegiatan usaha hulu migas.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan selain meningkatkan TKDN, nilai potensi penghematan yang akan dihasilkan selama masa kontrak lima tahun diperkirakan sebesar Rp3,5 Triliun.

“Kami melakukan berbagai langkah agar industri hulu migas nasional semakin efisien dan bergairah untuk melakukan kegiatan-kegiatan untuk meningkatkan produksinya,” kata Dwi.

“Tujuan kami adalah agar target produksi 1 juta barel pada tahun 2030 dapat tercapai. Kerjasama ini adalah salah satu alat untuk mengusahakannya,” sambungnya.

Penandatanganan kerjasama antara SKK Migas dengan BUMN-BUMN dilakukan secara terpisah dari kantor masing-masing.

Baca: Penumpang Terus Turun, PT KAI Kembali Batalkan Jadwal 44 Kereta Jarak Jauh: Ini Rinciannya

Semua pihak bersepakat tidak mengadakan seremoni dan pertemuan, demi mendukung penanggulangan sebaran Virus Corona-19.

Baca: Kabar Baik! PUFF, Nucleus Farma dan Prof Nidom Foundation Kembangkan Obat Covid-19

Industri hulu migas telah menjadi penggerak perekonomian nasional, termasuk didalamnya mendukung penguatan kapasitas industri nasional.

Baca: Masih Ada yang Mudik, Tapi Penumpang Bus AKAP dari Jakarta Terus Menurun

Sejak tahun 2014, SKK Migas berhasil menjaga TKDN diatas 55 persen.

Setiap tahun penggunaan TKDN dapat ditingkatkan, hingga di tahun 2019 mencapai 61 persen dari total nilai pengadaan USD 5,256 milyar atau mencapai USD 1,964 miliar.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved