Virus Corona

Penyebaran Wabah Covid-19 Memberikan Dampak Buruk Bagi Kinerja Sektor Pelayaran

Wabah virus corona atau Covid-19, berdampak terhadap sektor pelayaran nasional menghadapi tantangan berat.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ketua Indonesian National Shipowners Association (INSA) Carmelita Hartoto 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wabah virus corona atau Covid-19, berdampak terhadap sektor pelayaran nasional menghadapi tantangan berat.

Ketua Umum DPP Indonesian National Shippowners Association (INSA), Carmelita Hartoto, mengatakan kondisi wabah Covid-19 sangat memukul sektor pelayaran dengan dampak menurunnya kinerja industri terkait.

"Penuruan kinerja itu sendiri seperti kinerja logistik, asuransi, galangan, industri spare part kapal hingga ke instansi pendidikan Sumber Daya Manusia (SDM) atau pelaut," ucap Carmelita, Rabu (1/3/2020).

Ia menambahkan, saat ini, perusahaan pelayaran nasional bisa sedang berjuang untuk bertahan agar tidak gulung tikar, dalam Kondisi yang sangat berat saat ini.

Baca: Cheverly Amalia Masih Dapat Dukungan dari Marissa Lalita Meski Promo Film The 3rd Guest Batal

Baca: Bantu Siswa Belajar di Rumah, Smartfren Berikan Akses Bebas Kuota Ruangguru 30 GB

Baca: Sharon van Rouwendall Peraih Emas Renang Olimpiade 2016 Berlatih Mandiri di Kolam Khusus Balita

Carmelita juga menyarankan, untuk menyelamatkan perusahan pelayaran nasional dari masa sulit ini, dibutuhkan sejumlah strimulus dari stakeholder pelayaran nasional.

"Stimulus yang dibutuhkan seperti pemberian grace periode yang panjang pembayaran pinjaman bank, reschedule atau penjadwalan kembali pembayaran pinjaman bank, dan penghapusan pajak (PPN dan PBBKB) atas Bahan Bakar Minyak (BBM)," ujar Carmelita.

"Stimulus lain yang dibutuhkan seperti harga BBM yang kompetitif dan supply BBM yang stabil, diskon biaya-biaya di pelabuhan dan diskon suku bunga pinjaman," lanjutnya.

Menurut Carmelita, pelayaran nasional juga membutuhkan dispensasi penundaan pengurusan sertifikat-sertifikat kapal, sepanjang sertifikat tersebut dapat ditunda dan tidak membahayakan jiwa pekerja dan kapal.

"Kemudian, diperlukan dispensasi dengan memberlakukan penundaan docking untuk yang sedang dalam operasional," kata Carmelita.

Halaman
12
Penulis: Hari Darmawan
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved