Virus Corona

Pertamina Tambah Pasokan 1 Juta Gas Melon di Wilayah Bekasi

di Kota Bekasi, total penambahannya mencapai 544 ribu tabung Elpiji 3 Kg yang akan digelontorkan selama sepuluh kali bertahap

RIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) III Jawa bagian Barat menambahkan pasokan LPG atau Elpiji subsidi 3 kilogram (Kg) di wilayah kota dan Kabupaten Bekasi.

Penambahan alokasi bersifat situasional menyusul himbauan #DiRumahAja yang diterapkan pemerintah setempat menyusul wabah Covid-19.

Fakultatif ini berlangsung selama bulan April, yang totalnya mencapai lebih dari 1 juta tabung gas melon sejak 1 April 2020.

Baca: PSBB Diberlakukan, Bagaimana Nasib Para Driver Online?

Baca: Jika Pemerintah Tak Perketat Social Distancing, Pakai UI Peringatkan Adanya Gelombang 2 Virus Corona

Baca: Kemenag Tunda Pengumuman Hasil Seleksi Petugas Haji

“Pada kondisi normal, rata-rata penyaluran Elpiji 3 Kg di wilayah Bekasi mencapai 97 sampai dengan 99 ribu tabung per hari. Karena sebagian besar masyarakat kini berada di rumah sehingga aktivitas memasak juga bertambah kami melakukan penambahan pasokan Elpiji subsidi,” kata Unit Manager Communication Relations & CSR MOR III Dewi Sri Utami, Senin (6/4/2020).

Dewi menjelaskan, di Kota Bekasi, total penambahannya mencapai 544 ribu tabung Elpiji 3 Kg yang akan digelontorkan selama sepuluh kali secara bertahap hingga 29 April 2020.

Diluar pasokan tambahan tersebut, Pertamina tetap akan menyuplai secara reguler dengan total suplai 2,9 juta tabung per bulan.

Sementara di Kabupaten Bekasi, total penambahan lebih dari 537 ribu tabung juga dilakukan bertahap hingga 29 April 2020.

Sedangkan, suplai normal harian juga tetap dilakukan sebanyak 97 ribu tabung, atau sekitar 2,9 juta tabung Elpiji 3 Kg per bulan.

“Pertamina memastikan pasokan Elpiji ke agen maupun pangkalan Elpiji tetap berjalan lancar dan dapat memenuhi kebutuhan warga.” tambahnya.

Elpiji 3 Kg merupakan Elpiji subsidi yang peruntukannya diatur dalam Peraturan Presiden No. 104/2007 dan Peraturan Menteri ESDM No. 21/2007 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga.

Pada aturan tersebut, tertuang jelas bahwa alokasinya hanya ditujukan bagi rumah tangga pra sejahtera, yakni yang memiliki penghasilan di bawah Rp1,5 juta per bulan, serta kegiatan usaha kecil dan mikro.

Dewi menegaskan, masyarakat yang berhak dapat membeli LPG subsidi dengan mudah di pangkalan Elpiji resmi Pertamina.

Di Kota dan Kabupaten Bekasi, terdapat total 2.632 pangkalan, 101 agen Elpiji subsidi resmi Pertamina, yang tersebar hingga seluruh desa dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp 16.000 per tabung.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved