Virus Corona

Tren Belanja Online Meningkat di Tengah Wabah Covid-19

Blibli.com, mengakui adanya peningkatan transaksi karena terjadi perubahan tren masyarakat yang beralih belanja online.

Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Imbauan agar masyarakat melakukan aktivitas belajar ataupun bekerja di tengah wabah virus corona atau Covid-19, membuat transaksi di sejumlah e-commerce meningkat.

Salah satu marketplace Blibli.com, mengakui adanya peningkatan transaksi karena terjadi perubahan tren masyarakat yang beralih belanja online.

Senior Vice President Trade Partnership Blibli Fransisca K Nugraha, mengatakan peningkatan ini terjadi saat kebijakan pemerintah mengenai bekerja dan belajar dari rumah.

Baca: BMW Astra Sediakan Layanan Test Drive dan Service Kendaraan dari Rumah

Baca: Kerinduan Pasha Ungu yang Berpisah dari Anak dan Istri Demi Urusi Wabah Corona di Palu

"Peningkatan transaksi yang terjadi di Blibi pada produk sanitasi, makanan ringan, makanan instan, multivitamin, obat-obatan, alat kesehatan dan sembako," ucap Fransisca kepada Tribunnews, Selasa (7/4/2020).

Tetapi meski mengalami peningkatan, Fransisca belum dapat memberikan angka secara detail mengenai kenaikan transaksi yang terjadi di Blibli.com.

Fransisca juga menyebutkan, dalam mendukung pemerintah dalam ketersedian stok selama masa wabah Covid-19 Blibli menerapkan pembatasan produk.

"Pembatasan itu dilakukan untuk produk sembako seperti beras, minyak, mie instan. Hal ini juga berlaku pada alat kesehatan. Pelanggan hanya bisa membeli produk maksimal dua dalam sekali transaksi," ujar Fransisca.

Menanggapi peningkatan belanja online yang terjadi, Sekretaris Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Agus Suyatno, mengatakan masyarakat harus lebih teliti memilih market place untuk berbelanja.

"Kami sarankan untuk memilih market place yang terpecaya dan menggunakan aplikasi e-commerce, karena bila melakukan transaksi online person to person sulit untuk diketahui jujur tidaknya penjualnya," kata Agus.

Agus juga mengatakan, masyarakat untuk mengedepankan kebutuhan dalam berbelanja dibanding dengan keinginan.

"Berbelanjalah dengan wajar untuk apapun itu produknya, jangan panic buying agar produk tersebut dapat dibeli oleh orang lain yang membutuhkan," ujar Agus.

Terlebih lagi Agus menyebutkan, agar masyarakat tidak membeli alat kesehatan yang diperuntukan untuk tenaga medis, agar para tenaga medis tidak kekurangan Alat Perlindungan Diri (APD) seperti masker ataupun yang lainnya.

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved