Breaking News:

Naiknya Suku Bunga 2 Persen di Tengah Pandemi Covid-19 Mendapat Keluhan, LPEI Beri Penjelasan

Pengusaha ekspor mengeluh adanya kenaikan suku bunga 2 persen. LPSI pun beri penjelasan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pandemi virus corona atau Covid-19 di Indonesia berdampak pada sektor usaha.

Menyikapi hal itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong diadakannya program relaksasi dan restrukturisasi kredit bagi UMKM.

Baca: Pasar Modal Sepekan: IHSG Minus 0,31 Persen, Volume Transaksi Naik 5,16 Persen

"Jangan menunggu sampai mereka tutup baru kita bergerak. Jangan sampai nanti terlambat, jangan sampai terlambat dan menimbulkan gejolak di masyarakat," kata Presiden Jokowi dalam rapat terbatas lewat konferensi video, Rabu (15/4/2020), seperti ditulis kompas.com.

Relaksasi kredit yang dimaksud Presiden Jokowi bisa berupa subsidi bunga, penundaan pembayaran pokok, atau pemberian tambahan kredit.

Namun, di tengah usaha pemerintah melakukan relaksasi kredit, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) -Indonesia Eximbank (IEB), dikabarkan menaikkan suku bunga di tengah pandemi covid-19 atau virus corona.

Padahal, LPEI merupakan lembaga bentukan pemerintah dan berada di bawah Kementerian Keuangan.

LPEI disebut menaikkan suku bunga sebesar 2 persen USD, yakni dari 6 persen menjadi 8 persen terhadap sejumlah nasabahnya.

Para nasabah LPEI mempertanyakan kebijakan ini, apalagi Bank Indonesia saja sudah menurunkan suku bunga sebesar 50 basis poin menjadi 4,5 persen.

Akibatnya, para pengusaha yang menjadi nasabah LPEI kini menjadi resah dengan kebijakan ini.

Halaman
1234
Berita Populer
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved