Breaking News:

Dinilai Jadi Masalah, Bulog Tetap Dorong Impor Daging Kerbau dari India

Pria yang akrab disapa Buwas itu menyebut Perum Bulog mendapatkan kuota izin impor sebanyak 100 ribu ton

Reynas Abdila/Tribunnews.com
Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI secara virtual mengaku tetap mendorong impor daging kerbau dari India.

Pria yang akrab disapa Buwas itu menyebut Perum Bulog mendapatkan kuota izin impor sebanyak 100 ribu ton, tetapi terkendala lantaran kebijakan lockdown.

"Periode Maret-Mei 2020, Bulog akan melakukan pengadaan daging kerbau 5.000 ton. Kebijakan lockdown di India diketahui sampai 3 Mei 2020," kata Buwas, Senin (20/4/2020).

Sebelumnya langkah impor daging kerbau dari India sempat disoroti Komisi IV DPR RI saat raker bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), Kamis (16/4/2020).

Baca: 7 Aturan Pantau Hilal Jelang Ramadan 1441H saat Pandemi Covid-19, Wajib Pakai Masker

Baca: Tak Tinggal di Rumah Lina, Begini Kabar Bintan dan Teddy yang Ngaku Ada Beban Psikis & Ingin Move On

Baca: Viral Video Kegiatan Ibadah di Cikarang saat PSBB Dibubarkan, Polisi Sebut Sudah Mediasi dan Damai

Ketua Komisi IV Sudin menilai langkah impor untuk komoditas satu ini sebagai hal yang salah.

Menurutnya, India memiliki permasalahan kesehatan yakni Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternaknya, termasuk kerbau.

Ia pun menyindir Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian yang dianggap tidak melihat isu kesehatan ini.

"Memang sudah selayaknya (impor kerbau India) tidak bisa masuk, karena India itu masih ada PMK, cuma Dirjen PKH-nya aja diingatkan berkali-kali (tidak paham)," ujar Sudin pada raker tersebut.

Menanggapi hal itu, SYL menanggapi persoalan impor daging kerbau juga tengah terkendala lockdown di India untuk mencegah penyebaran wabah virus corona (Covid-19).

"Daging ini sebenarnya penugasan khusus ada di Bulog, tetapi locked di India ketika terjadi lockdown di sana, oleh karena itu jadi masalah," kata SYL.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved