Breaking News:

Pengusaha Nilai Kebijakan Menaikkan Suku Bunga buat Ekspor Tidak Kompetitif

Benny menjelaskan bahwa kebijakan tersebut akan berefek pada menyusutnya ekspor.

net
Ilustrasi laporan keuangan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)-Indonesia Eximbank (IEB), menaikkan suku bunga kredit di tengan pandemi covid-19 atau virus corona. 

LPEI disebut menaikkan suku bunga kredit sebanyak 2 persen USD dari 6 persen menjadi 8 persen. 

Ketua Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI), Benny Soetrisno, menanggapi hal tersebut. 

"Kebijakan yang kontra produktif," kata Benny ketika dihubungi Warta Kota, Senin (20/4/2020). 

Benny menjelaskan bahwa kebijakan tersebut akan berefek pada menyusutnya ekspor. 

Baca: Chord Gitar & Lirik Lagu Halu - Feby Putri, Lengkap dengan Video Klip

Baca: Kepergok Ambil 9 Kaleng Susu Tanpa Bayar, 2 Pemuda Bernasib Begini Setelah Gagal Kabur Pakai Mobil

Pada akhirnya akan berdampak terhadap karyawan, yakni dapat terjadi pemutusan hubungan kerja. 

Benny menjelaskan, manakala pasar eksport menyusut dan persaingan menjadi semakin lebih ketat, lalu cost of fund naik, yang terjadi adalah kalah bersaing alias tidak ada eksport. 

"Dan biasanya kurangi porsi sumber funding yang mahal alias tambah modal sendiri (equity)," jelas Benny.

Benny yakin ada anggota GPEI yang terimbas kebijakan tersebut, hanya saja belum bereaksi. 

Lebih lanjut, Benny menjelaskan bahwa OJK dan Kemenkeu kini seharusnya mengambil sejumlah langkah. 

Halaman
1234
Berita Populer
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved