Breaking News:

IHSG Diprediksi Terkoreksi Awal Pekan hingga 4.317

Pasar saham domestik pekan ini dinilai menguat didukung berita positif kebijakan quantitative easing (QE) oleh Bank Indonesia (BI).

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Foto ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, pasar saham menutup akhir bulan April dengan berbagai sentiment positif.

Hans menjelaskan, terlihat kenaikan mulai diikuti aksi ambil untung pelaku pasar dan diprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) awal pekan berpeluang tekoreksi tetapi mungkin akan menguat di akhir pekan.

"Kami perkirakan support sepekan IHSG ada di level 4.317 sampai 4.441 dan resistance di level 4.669 sampai 4.747," ujarnya di Jakarta, Minggu (3/5/2020).

Baca: Pria di Palopo Tewas Ditikam Setelah Janjian Bertemu Dengan Istri Orang

Baca: Disebut Lebih Cantik, Kapan Pakai Hijab? Inul Daratista: Hidayah kan Dari Allah

Baca: Youtuber Ferdian Paleka Dikecam Bagi Sembako Isi Batu Bata & Sampah Saya Minta Maaf, Tapi Bohong!

Karena itu, ia menyarankan, ketika terjadi kenaikan jangan melakukan pembelian agresif, tetapi cenderung melakukan pembelian saham ketika terjadi koreksi atau pelemahan.

Sementara, pasar saham domestik pekan ini dinilai menguat didukung berita positif kebijakan quantitative easing (QE) oleh Bank Indonesia (BI).

Gubernur Bi Perry Warjiyo mengatakan jumlah QE telah mencapai Rp 503,8 triliun dengan tambahan dari pelonggaran Giro Wajib Minimum (GWM) dan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) sebesar Rp 117,8 triliun per Mei 2020.

Baca: Cerita CEO Media Daring Ikut Pelatihan Kartu Prakerja Hingga Dapat Sertifikat: Ini Tak Tepat Sasaran

QE pada periode Januari sampai April 2020 sebesar Rp386 triliun yang bersumber dari pembelian SBN di pasar sekunder dari investor asing sebesar Rp 166,2 triliun, lalu term repo perbankan sebesar Rp 137,1 triliun.

Kemudian, penurunan Giro Wajib Minimun (GWM) rupiah bulan Januari dan April 2020 sebesar Rp 53 triliiun dan swap valuta asing sebesar Rp 29,7 triliun.

"Restrukturisasi kredit perbankan yang dilakukan oleh OJK akan sangat membantu sehingga dana QE dari BI bisa mengalir ke sektor rill," pungkas Hans.

Berita Populer
Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved