Breaking News:

Virus Corona

Pembukaan Ekonomi di AS Berisiko Terhadap Meningkatnya Kembali Kasus Corona

Rencana pembukaan dan pelonggaran lockdown di sebagian negara bagian Amerika Serikat (AS) menjadi berita positif bagi pasar pekan ini.

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Virus Corona 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan rencana pembukaan dan pelonggaran lockdown di sebagian negara bagian Amerika Serikat (AS) menjadi berita positif bagi pasar pekan ini.

Setidaknya 16 negara bagian AS berencana memulai kembali aktivitas bisnis.

Rencana pembukaan sebagian aktifitas ekonomi di Alaska, Georgia, South Carolina, Tennessee, Texas, dan lainnya menjadi sentimen positif di pasar.

Baca: Ibu Muda Positif Corona Meninggal setelah Lahirkan Bayi Kembar, 1 Anaknya Menyusul Wafat

"Mulai diizinkannya restoran dan perusahaan lain untuk melayani pelanggan," ujarnya di Jakarta, Minggu (3/5/2020).

Namun, risiko terbesar adalah pembukaan kembali ekonomi AS yang prematur menyebabkan terjadi peningkatan kasus corona atau Covid-19 dan terpaksa ekonomi di lockdown kembali.

"Faktor ini akan menjadi perhatian pasar dalam beberapa pekan kedepan apakah pembukaan ekonomi akan menyebakan kenaikan kasus," kata Hans.

Baca: Ketularan Seorang Ibu Hamil, 13 Tenaga Medis RSUD Padang Panjang Positif Corona, Rumah Sakit Ditutup

Menurutnya, bisnis tertentu diperkirakan akan mendapatkan keuntungan dari gelombang pertama konsumen yang kembali dari karantina virus corona.

Gubernur Ohio Mike DeWine mengatakan ritel dan layanan konsumen dapat dibuka kembali pada 12 Mei.

Gubernur New York, Andrew Cuomo berencana untuk membuka kembali perekonomiannya secara bertahap.

Baca: Di Tengah Wabah Corona, Guru SD Ini Ngajar Door to Door ke Rumah Murid: Tak Semua Punya Smartphone

Halaman
12
Penulis: Yanuar Nurcholis Majid
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved