Breaking News:

Virus Corona

Sri Mulyani Sebut Virus Corona Bikin Panik, Aliran Modal Keluar Rp 160 Triliun Bulan Lalu

Hal itu menyebabkan tekanan luar biasa terhadap seluruh surat-surat berharga yakni saham dan Surat Berharga Negara (SBN)

TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Pemerintah membebaskan pajak kepada karyawan yang bergaji Rp 16 juta ke bawah dan menanggung pajak karyawan yang berpenghasilan hingga Rp 200 juta. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan mulai terjadinya eskalasi wabah virus corona atau Covid-19 menjadi pandemi pada bulan Maret 2020.

Puncak dari wabah itu kemudian membuat adanya penutupan sekolah, tempat kerja, dan lainnya hingga muncul tanda pagar work from home.

Baca: Kekayaan Jeff Bezos Dua Kali Lipat Melebihi Mark Zuckerberg

"Terjadi kepanikan, outflow dari Republik Indonesia sebesar hampir Rp 160 triliun. Terjadi hanya pada bulan Maret hingga awal April yang lalu," ujarnya saat rapat virtual bersama Badan Anggaran DPR di Jakarta, Senin (4/5/2020).

Sri Mulyani menyampaikan, hal itu menyebabkan tekanan luar biasa terhadap seluruh surat-surat berharga yakni saham dan Surat Berharga Negara (SBN).

"Semuanya mengalami penurunan sejak Maret. Sangat tajam dan volatilitas yang tinggi, nilai tukar juga mengalami gejolak yang sangat besar," katanya.

Baca: Beri Bantuan ke Sopir Taksi, Bamsoet Berharap Pemerintah Potong Harga BBM

Menurut eks direktur pelaksana Bank Dunia itu, dampak Covid-19 ini menjadi sangat mengancam stabilitas sistem keuangan negara.

"Disisi lain dari neraca pembayaran, ekspor dan impor turun. Pertumbuhan dari impor juga negatif, neraca pembayaran kelihatannya membaik, tapi itu adalah membaik karena dua-duanya (ekspor dan impor) mengalami penurunan," pungkasnya.

Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved