Breaking News:

Ekonomi Inggris Catat Kuartal Terburuk Sejak Krisis Keuangan 2008

Perekonomian Inggris kini memiliki hasil kuartal ke kuartal terburuk sejak krisis keuangan tahun 2008.

Instagram/stu_coulson
ILUSTRASI 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, LONDON - Kantor Statistik Nasional Inggris merilis data laporan terbaru tentang perkembangan Produk Domestik Bruto Inggris (PDB) Inggris yang turun 2 persen dalam tiga bulan pertama 2020.

Tren ini mengindikasikan adanya dampak langsung yang disebabkan pandemi virus corona (Covid-19) terhadap perekonomian negeri Britania Raya itu.

Dikutip dari laman Russia Today, Kamis (14/5/2020), setelah menghadapi kemerosotan bulanan terdalam pada Maret 2020 lalu yang mencapai 5,8 persen, perekonomian Inggris kini memiliki hasil kuartal ke kuartal terburuk sejak krisis keuangan tahun 2008.

Seperti yang disampaikan Wakil Ketua Kantor Statistik Nasional untuk Statistik Ekonomi Inggris Jonathan Athow saat menanggapi angka PDB pada Rabu kemarin.

Baca: Antrean Padat Terjadi di Bandar Soetta, Ombudsman: Koordinasi AP II di Bandara Lemah

"Dengan kemunculan pandemi corona ini, hampir setiap aspek ekonomi terpukul pada Maret (2020), menyeret pertumbuhan PDB ke rekor penurunan bulanan," kata Athow.

Baca: Waspadai Titik Rawan Macet di Jalan Tol Menjelang dan Pasca Lebaran, Ini Rinciannya

Semua sektor utama berkontribusi terhadap rekor kontraksi, karena produksi turun 2,1 persen, konstruksi juga turun sebesar 2,6 persen, dan jasa turun pula 1,9 persen dalam waktu tiga bulan hingga Maret 2020. 

Baca: Lebaran, Kendaraan Menuju Rest Area Akan Dibatasi, Istirahat Maksimal 30 Menit

Meskipun terjadi penurunan yang cukup luas, beberapa industri berhasil menunjukkan pertumbuhan.

Pertumbuhan terbesar ditunjukkan bidang pemrograman komputer dan konsultasi yang mengalami kenaikan 1,4 persen.

Dalam perkiraan yang dirilis pada pekan lalu, bank sentral negara itu mengatakan bahwa mereka memprediksi kuartal kedua akan lebih dahsyat buruknya, karena PDB bisa turun sebanyak 25 persen.

Untuk tahun ini, ekonomi Inggris dapat menyusut 14 persen, menjadikan peristiwa ini sebagai kemerosotan ekonomi terburuk sejak 1706 silam.

Namun sisi baiknya adalah Bank of England memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan meningkat secara cepat dan kembali ke posisi stabil pada paruh kedua 2021, sama seperti saat sebelum krisis corona melanda.

Berita Populer
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved