Breaking News:

Virus Corona

KAI Persiapkan Skenario The New Normal Pada 25 Mei 2020

Terdiri dari protokol untuk pelayanan kepada pelanggan, dan mengatur pekerja berusia di bawah 45 tahun untuk masuk kantor

WARTA KOTA/WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
PENGEMBALIAN TIKET - Warga sedang mengurus pembatalan tiket Mudik Lebaran 2020 di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Jumat, (8/5/2020). PT Kereta Api membuka pengembalian harga tiket 100 persen mulai tanggal 30 April hingga 4 Juni..WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) melakukan persiapan dalam menyambut skenario penerapan The New Normal di lingkungan perusahaannya.

Hal ini dilakukan KAI, sebagai tindak lanjut arahan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui surat edaran Nomor S-336/MBU/05/2020 pada 15 Mei 2020 perihal Antisipasi Skenario The New Normal BUMN.

Baca: Motor Listrik Bertandatangan Jokowi Terjual Rp 2,55 Miliar, Dibeli Pengusaha dari Jambi

Direktur Utama PT KAI, Didiek Hartantyo, mengatakan saat ini pihaknya sedang mempersiapkan protokol untuk mengantisipasi skenario penerapan konsep The New Normal di KAI.

"Protokol tersebut akan mengatur langkah-langkah dan tahapan yang akan diterapkan oleh KAI, dalam menyambut The New Normal yang akan dimulai pada 25 Mei 2020," ujar Didiek dalam keterangannya, Minggu (17/5/2020).

Lanjut Didiek, dalam konsep The New Normal terdiri dari protokol untuk pelayanan kepada pelanggan, dan mengatur pekerja berusia di bawah 45 tahun untuk masuk kantor seperti biasa.

Tetapi tetap memperhatikan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di masing-masing wilayah.

“Nantinya sebagian karyawan yang berusia di atas 45 tahun menjalani konsep work from home, dan juga secara bergantian mendapat giliran work from office, " kata Didiek.

"Meski begitu kami tentunya tetap berkomitmen, untuk menjaga produktifitas seluruh pekerja KAI,” lanjutnya.

Didiek mengatakan sampai saat ini KAI fokus pada layanan Kereta Api Luar Biasa (KLB) di Jawa, KA Lokal, KRL, dan KA Angkutan Barang.

Hal tersebut sebagain dari tanggung jawab KAI utk turut serta menangani pencegahan Covid-19.

"Dalam pengoperasiannya, KAI tetap menjalankan protokol pencegahan Covid-19 yang diawasi oleh Satgas Covid-19 KAI yang telah terbentuk sejak Maret 2020," ujar Didiek.

Baca: Pandemi Covid-19 di China Belum Berakhir, 1.205 Desa di Jilin Di-lockdown

Menurut Didiek, khusus untuk layanan KA Penumpang, KAI akan tetap mengikuti perkembangan sesuai dengan aturan yang diterbitkan Kementerian Perhubungan selaku regulator perkeretaapian.

“Dalam masa pandemi seperti ini KAI sebagai salah satu penggerak perekonomian bangsa kami berkomitmen, harus tetap berjalan dengan tetap menjalankan protokol pencegahan Covid-19,” kata Didiek.

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved