Tak Ingin Kecolongan soal Mudik, Ini Langkah Kemenhub

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan pengetatan dalam pengawasan transportasi.

KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Penumpang saat tiba di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (12/5/2020). PT Angkasa Pura II mengeluarkan tujuh prosedur baru bagi penumpang penerbangan rute domestik selama masa dilarang mudik Idul Fitri 1441 H di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWSM.COM, JAKARTA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan pengetatan dalam pengawasan transportasi.

Menurut Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati, hal ini sesuai dengan kebijakan pemerintah yang dengan tegas melarang adanya aktivitas mudik.

"Maka dari itu kami bersama stakeholder, fokus untuk melakukan pengetatan pengawasan transportasi menjelang Hari Raya Idul Fitri hingga pasca Idul Fitri," kata Adita dalam keterangannya, Jumat (22/5/2020).

Menurut Adita, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi telah menginstruksikan seluruh jajaran Kemenhub untuk melakukan pengetatan pengawasan transportasi, dengan berkoordinasi dengan Gugus Tugas, Kemenkes, TNI dan Polri, Pemerintah Daerah, Operator Transportasi, dan unsur terkait lainnya.

“Kami tidak ingin kecolongan dengan adanya sejumlah pihak baik masyarakat, operator transportasi, dan pihak lainnya, yang bersikeras mencari celah untuk mudik dan menyediakan layanan untuk mudik," kata Adita.

Baca: Hanya karena Kesal Disuruh Karantina, Pria Ini Sumpahi Perawat Kena Corona, Terancam 5 Tahun Penjara

Baca: Warga Bekasi Tak Gubris Larangan Mudik, Berangsur-angsur Mulai Tinggalkan Jabodetabek

"Untuk itu kami melakukan persiapan, terhadap semua petugas di lapangan untuk menegakan aturan sangat penting,” lanjutnya.

Adita menjelaskan, pengetatan pengawasan transportasi, secara umum terbagi dalam tiga fase yaitu, pertama fase jelang Idul Fitri yang dimulai sejak ditetapkannya Peraturan Menteri Perhubungan 25/2020 pada 23 April 2020 hingga 23 Mei 2020.

"Kemudian fase kedua pada saat Idul Fitri pada 24 hingga 25 Mei 2020, dan fase ketiga pasca Idul Fitri pada 26 sampai dengan 1 Juni 2020," ujar Adita.

Menurut Adita, pada fase jelang Idul Fitri pengetatan pengawasan dilakukan di simpul-simpul transportasi seperti misalnya di Bandara Soekarno Hatta, Stasiun Gambir, Pelabuhan Tanjung Priok, Terminal Bus Pulogebang, dan di sejumlah prasarana transportasi lainnya di kota-kota besar selain Jakarta.

Sementara itu untuk pengawasan pada fase saat Idul Fitri, pengawasan dikonsentrasikan pada lalu lintas di dalam Jabodetabek untuk menyekat pergerakan masyarakat yang bepergian dengan tujuan berkumpul, dan penyekatan perjalanan jarak pendek seperti Jakarta – Cirebon, Kuningan, Brebes dan Tegal, serta Bandung.

"Pada fase pasca Idul Fitri, kami melakukan antisipasi seperti, melakukan koordinasi dengan tim gabungan yang berada di pos cek poin untuk penyekatan lalu lintas keluar masuk Jabodetabek, pengaturan contra flow/one way di jalan tol sesuai kebutuhan, hingga pengaturan rest area jalan tol, " ujar Adita.

Selain itu Adita juga menyebutkan, penegakan peraturan dalam pengetatan transportasi ini seperti misalnya dengan meminta masyarakat memutar balok kendaraan yang melewat pos terserbut.

"Kemudian menindak tegas travel gelap, yang membawa penumpang yang akan mudik dengan diberi sanksi tilang atau mobil travel dikandangkan," kata Adita.

Dalam pengetatan transportasi ini, lanjut Adita, pihaknya menambah jumlah personel di simpul-simpul transportasi, untuk melakukan pemantauan langsung di lapangan dan melakukan evaluasi secara berkala.

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved