Breaking News:

Relaksasi Impor Segera Berakhir, Harga Bawang Putih Berpeluang Kembali Naik

Berkah harga murah yang dinikmati masyarakat kembali terusik dengan mulai naiknya harga bawang putih di pasar.

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Sejumlah pedagang dan warga membeli bawang putih pada kegiatan Operasi Pasar Bawang Putih yang diselenggarakan CV Sinar Padang Sejahtera dan Tim Satgas Pangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, di Pasar Kosambi, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Senin (17/2/2020). Bawang putih impor dari China tersebut, dijual mulai 1 kilogram hingga karungan (20 kilogram per karung) dengan harga Rp 28.000 per kilogram. 

Bawang putih kating naik dari Rp 22.000 jadi Rp. 23.000 per kilo gram

Di Surabaya harga dari importir ke distributor per 16 Mei 2020 masih Rp. 10.500 per kilo gram.

Tetapi pada tanggal 20 Mei 2020 sudah naik Rp. 12.500 per kilo gram.

Naiknya harga bawang putih ini diduga karena dipicu oleh akan berakhirnya masa relaksasi impor yang ditetapkan melalui Permendag nomor 27 Tahun 2020.

Namun di Jakarta, Menurut salah satu ketua Asosiasi Pedagang Pasar Induk Kramat Jati haji Anas, jelang H-1 Idul Fitri harga bawang putih di Jakarta masih stabil.

Stabilnya harga tersebut karena kebijakan relaksasi impor dari pemerintah. 

Baca: Cegah Takbiran Keliling Oleh Warga, Satpol PP DKI Pasang Posko Jaga di Sejumlah Jalan Protokol

"Kondisi sekarang harga murah dan stabil, bawang putih jenis kating kami jual Rp. 15.000 per kilogram, kalau sudah dikupas Rp. 18.000 per kilogram, sedangkan jenis banci atau honan lebih murah, kami jual seharga Rp. 12.000," ungkap Anas kepada media di Jakarta, Sabtu (23/5/2020).

Baca: Masih Pandemi, Anies Tiadakan Open House dan Halal Bi Halal di Hari Lebaran

Anas berharap, kebijakan relaksasi impor yang diberlakukan oleh pemerintah ini untuk selamanya, tidak cukup hanya saat pandemi saja, karena kebijakan relaksasi tersebut terbukti dan berhasil menurunkan harga bawang putih.

Baca: Cemaskan OTG di Masa Pandemi, Almisbat Minta Warga Tak Mudik

"Mudah mudahan seperti ini terus, ini perlu kita kawal terus, jangan sampai pengusaha bikin ulah lagi, selalu membisiki penjabat kita. sehingga harga mahal dan bikin susah rakyat banyak," tegas Anas.

Karena itu, lanjut Anas, dirinya sangat tidak setuju jika pemerintah kembali menghilangkan relaksasi impor tersebut.

Halaman
123
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved