Breaking News:

Kerjasama Kemenkop dengan Platform E-commerce Menuai Kritik, Begini Jawaban Menteri Teten

Pernyataan itu dia sampaikan menanggapi tulisan esai oleh jurnalis Farid Gaban yang menyentil kerjasama KUKM HUB dengan Blibli.com

Kemenkop dan UKM
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengaku sangat terbuka dengan kritik yang membangun terkait program-program yang dijalankan.

Pernyataan itu dia sampaikan menanggapi tulisan esai oleh jurnalis Farid Gaban yang menyentil kerjasama KUKM HUB dengan platform e-commerce Blibli.com yang terkesan tebang pilih.

"Saya beserta Kementerian Koperasi dan UKM selalu terbuka dengan kritik, catatan ataupun masukan konstruktif dari siapa pun, termasuk Saudara Farid Gaban,” tutur Teten di Jakarta, Selasa (26/5/2020).

Mantan Kepala Staf Kepresidenan itu menegaskan Kementerian Koperasi dan UKM telah bekerjasama dengan lima platform e-commerce dalam mendukung UMKM Indonesia melalui gerakan #BanggaBuatanIndonesia.

Baca: Anies Minta untuk Sementara Waktu Jangan ke Jakarta Dulu

"Tidak hanya dengan Blibli, namun juga dengan Tokopedia, Shopee, Lazada, dan Bukalapak, yang ikut membina dan memberdayakan warung dengan sentuhan teknologi digital," jelasnya.

Baca: Jokowi Turunkan TNI dan Polri untuk Disiplinkan PSBB ke Warga di 25 Kabupaten/Kota Ini

Menurut Teten, Kementerian Koperasi dan UKM sejak awal membuka kerja sama seluas-luasnya dengan berbagai pihak dengan prinsip transparan, akuntabel, dan semata-mata demi memajukan koperasi dan UMKM di Tanah Air. 

Baca: Nama Hotman Paris dan Yusril Ihza Mahendra Tak Masuk Daftar 100 Pengacara Top Indonesia

Jumlah populasi UMKM di Indonesia sekitar 64 juta, sehingga pemerintah tidak dapat bekerja sendiri.

“Pihak kami sudah dan akan terus membuka kerja sama dengan platform e-commerce, warung tradisional, koperasi, lembaga pendidikan dan pelatihan, maupun pihak terkait lainnya, baik online maupun offline, untuk memajukan UMKM di Tanah Air," kata Teten.

Baca: 671 Travel Gelap Terjaring Operasi Ketupat Jaya 2020 di 30 Hari Terakhir

"Khusus dalam kolaborasi dengan platform e-commerce, menggunakan skema non-APBN,” tukasnya.

Sejumlah laporan menunjukkan bahwa di antara UMKM yang bertahan, bahkan tumbuh di tengah masa pandemi, adalah mereka yang sudah terhubung dengan platform online.

Platform online membantu masyarakat luas untuk menerapkan physical distancing, sambil tetap memenuhi kebutuhan masing-masing dengan menjaga berlangsungnya aktivitas ekonomi.

“Saat ini 87 persen UMKM kita masih tertinggal dalam digital (online). Kami membuka kolaborasi pemikiran untuk bersama-sama membantu UMKM kita bertahan di tengah Covid-19 dan melaju setelahnya," tuntasnya.

Berita Populer
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved