Breaking News:

Dirut Bank Mandiri: New Normal Bikin Fungsi Kantor Cabang Bank Tak Efektif Lagi

Keadaan ini membuat fungsi kantor cabang menjadi tidak efektif lagi, karena transaksi digital menjadi lebih optimal.

WARTA KOTA/henry lopulalan
IMLEK NASABAH MANDIRI - Dirut Bank Mandiri Royke Tumilaar (tengah) bersama nasabah utamanya melakukan prosesi Yee Shang di sela perayaaan Imlek bersama nasabah utama di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (6/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Royke Tumilaar menjelaskan era kenormalan baru seyogyanya memaksa perilaku nasabah beralih ke online.

Keadaan ini membuat fungsi kantor cabang menjadi tidak efektif lagi, karena transaksi digital menjadi lebih optimal.

"Ke depan kalau nanti perilaku nasabah banyak ke online. Aplikasi kredit itu nanti mungkin kita hanya 20 persen cabang kita yang melayani. Mau tidak mau cabang kita berkurang menyusul transaksi secara digital ini," kata Royke dalam diskusi daring di Jakarta, Jumat (29/5/2020).

Royke mengatakan penutupan operasional kantor cabang tidak berpengaruh kepada bisnis perbankan. 

Baca: Haris Azhar Kritik Pernyataan Menteri Airlangga: Masyarakat Jadi Ajang Uji Coba Kebijakan . . .

Menurut dia, prinsipnya asalkan bisnis terus berkembang maka permintaan kredit tidak akan berhenti.

"Selama bisnis berkembang perbankan tetap bisa menyalurkan kredit. Nanti juga akan meng-create ekonomi baru. Karena intinya bank butuh kreditur," tuturnya.

Baca: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ditargetkan Rampung September 2022

Royke menambahkan efeknya kepada ekonomi juga tidak berdampak negatif jika transaksi digital semakin mendominasi.

"Kalau bank semakin banyak nasabah baru tentu artinya akan banyak juga menyerap tenaga kerja pada akhirnya," tukas dia.

Baca: Rekomendasi Tiga Smartphone Terbaru Vivo untuk Menemani Aktivitas di Rumah

Bank Mandiri telah menerapkan serangkaian protokol khusus unit Business Continuity Management (BCM) untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 bagi nasabah, mitra bisnis, pegawai dan pemangku kepentingan lain.

Protokol tersebut saat ini telah disosialisasikan melalui kanal media komunikasi Bank Mandiri di seluruh kantor-kantor utama maupun cabang yang tersebar di Indonesia maupun negara lain.

Protokol yang telah diterapkan antara lain penggunaan masker oleh karyawan, thermogun untuk mengetahui suhu tubuh nasabah, tamu dan karyawan, penempatan hand sanitizer.

Sementara itu pegawai front office wajib menggunakan sarung tangan dan masker.

“Perusahaan menyediakan antar jemput pegawai, posko kesehatan, memasang jarak antrian antar nasabah serta memasang penyekat meja acrylic di teller dan customer service,” terang Royke.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved