Breaking News:

Kilang Minyak dan Smelter Direkomendasikan Masuk Proyek Strategis Nasional yang Baru

Satu dari enam proyek energi tersebut menurut Airlangga adalah pengembangan kilang minyak di Balongan, Indramayu, Jawa Barat.

KOMPAS.COM
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa proyek strategis nasional (PSN)  diharapkan dapat meningkatkan devisa negara serta menyerap tenaga kerja. Terdapat 89 PSN baru yang direkomendasikan kepada Presiden untuk disetujui. Dari 89 PSN tersebut, 6 diantaranya berkaitan dengan energi. 

"Arahan Presiden bahwa project itu ada nilai tambah terhadap penghemetan devisa, menghasilkan ekspor maupun penciptaan lapangan kerja baru," kata Airlangga usai rapat terbatas dengan Presiden, Jumat, (29/5/2020).

Satu dari enam proyek energi tersebut menurut Airlangga adalah pengembangan kilang minyak di Balongan, Indramayu, Jawa Barat.

Proyek tersebut masih dalam tahap finalisasi dengan investor Taiwan. 

Baca: Daftar Lengkap Harga Ponsel Oppo dari yang Terjangkau Kantong Sampai yang Paling Premium

"Yang mana akan dibuat refinery (kilang minyak)  yang terintegrasi dengan Petrokimia. Besarnya diharapkan mencapai 12 miliar USD. Dan penghematan devisa diharapkan 12 miliar USD juga," tuturnya. 

Baca: Rekomendasi Tiga Smartphone Terbaru Vivo untuk Menemani Aktivitas di Rumah

Selain itu juga terdapat proyek pengembangan smelter di Kawasan Weida Bay Maluku, serta Morowali dan Konawe di Sulawesi. Proyek tersebut saat ini sudah berjalan dengan  potensi pencapaian devisa dalam 1-2 tahun ke depan meningkat dari 6 miliar menjadi 9-10 miliar USD.

Baca: Haris Azhar Kritik Pernyataan Menteri Airlangga: Masyarakat Jadi Ajang Uji Coba Kebijakan . . .

"Jumlah tenaga kerja yang bekerja di kawasan itu cukup besar. Seperti di Morowali mencapai 40.000 tenaga kerja, sedangkan Konawe mencapa 11.000 tenaga kerja, Weida Bay bila selesai proyek bisa 30.000 tenaga kerja " tuturnya.

Baca: Nissan Ungkap Sosok Pick Up Frontier Terbaru yang Akan Meluncur Akhir Tahun

 Proyek tersebut menurut Airlangga sebagian tertunda karena adanya Pandemi Covid-19.  Diharapkan proyek bisa selesai pada periode 2020-2024. 

"Beberapa investasi di pengembangan smelter misalnya, itu ada penundaan akibat Covid-19 sehingga tentu ada yang tertunda 4-5 bulan, ada yang tertunda sampai 1 tahun," kata dia.

Untuk diketahui terdapat 89 proyek yang  direkomendasikan masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) baru. Awalnya terdapat 223 PSN yang termuat dalam Peraturan Presiden No 56 Tahun 2018. 

"PSN baru ini sebesar Rp 1.422 triliun," ujar Airlangga.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa proyek strategis nasional harus dievaluasi untuk didorong pada pemulihan ekonomi. Menurut presiden beberapa agenda strategis nasional tidak boleh berhenti karena sangat penting bagi bangsa dan negara Indonesia meski adanya Pandemi Covid-19.

"Kita akan evaluasi proyek strategis nasional untuk pemulihan ekonomi kita karena dampak covid. pertama, walaupun saat ini kita sedang menghadapi pandemi, tapi agenda strategis yang sangat penting bagi bangsa dan negara kita yang menajdi prioritas bagi kepentingan nasional tidak boleh berhenti dan tetap harus kita lanjutkan," ujar Presiden dalam rapat terbatas pemulihan ekonomi, Jumat, (29/5/2020).

Menurut Presiden meski saat ini pemerintah fokus pada penanggulangan pandemi Covid-19,  namun proyek strategis nasional yang berdampak langsung pada rakyat tidak boleh dilupakan. 

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved