Breaking News:

Virus Corona

Cegah PHK Massal, Jokowi Minta Program Pemulihan Ekonomi Utamakan Industri Padat Karya 

"Sektor padat karya perlu jadi perhatian. hati-hati sekali lagi untuk padat karya," ucap presiden Jokowi

Capture YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama jajaran menteri hingga kepala lembaga memperingati Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan agar program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) memberikan manfaat langsung bagi para pelaku usaha.

Terutama, pelaku usaha yang mempekerjakan banyak pekerja atau padat karya.

Baca: Semangati Tim Medis, Dian Sastro Berikan Hand Sanitizer Bergambar Dirinya

"Utamanya sektor industri padat karya agar mampu beroperasi, ini penting, dan cegah terjadinya PHK yang masif. dan mampu pertahankan daya beli para pekerjanya, karyawannya," kata Presiden dalam rapat terbatas Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Rabu, (3/6/2020).

"Sektor padat karya perlu jadi perhatian. hati-hati sekali lagi untuk padat karya," ucap presiden yang akrab disapa Jokowi itu.

Menurut Presiden, guncangan ekonomi pada sektor padat karya akan sangat berimplikasi pada ekonomi nasional.

Karena, sektor padat karya menampung pekerja sangat banyak.

"Sehingga guncangan ekonomi pada sektor ini akan berdampak pada pekerja, dan kepada ekonomi para keluarganya," tuturnya.

Oleh karena itu, Presiden meminta semua skema program pemulihan ekonomi yang telah dirancang untuk segera dilaksanakan.

Baca: Baleg DPR RI Tunda Pembahasan Materi tentang Koperasi di RUU Cipta Kerja

Mulai dari subsidi bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), penempatan dana untuk bank yang terdampak restrukturisasi, penanaman Modal Negara untuk BUMN, investasi pemerintah untuk modal kerja, dan lainnya. 

"Saya harapkan, saya minta, saya ingin pastikan, harus segera operasional di lapangan, harus segara dilaksanakan," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved