Breaking News:

Adhi Commuter Properti Selesaikan 3 Proyek LRT City untuk Segera Serah Terima ke Konsumen

PT Adhi Commuter Properti (ACP) menyatakan sedang menyelesaikan tiga proyek yang tahun ini akan siap diserah-terimakan ke konsumen.

TRIBUNNEWS/FITRI WULANDARI
Proyek apartemen TOD LRT City dipamerkan di Indonesia Properti Expo (IPEX) 2020 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (20/2/2020) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengembang LRT City, PT Adhi Commuter Properti (ACP) menyiapkan proyek dengan pola bisnis hingga lifestyle yang mengedepankan aspek new normal.

“Terkait pandemi ini kami mulai menerapkan berbagai hal untuk menyongsong kenormalan baru untuk keseluruhan proyek kami dengan penerapan hygiene & health, safety, dan convenience pada desain bangunan dan operasional gedung,” ujar Direktur Pemasaran ACP Indra Syahruzza dalam keterangannya, Senin (22/6/2020).

Indra menyatakan pihaknya sedang menyelesaikan tiga proyek yang tahun ini akan siap diserah-terimakan yaitu LRT City-Eastern Green, LRT City-Gateway Park, dan LRT City-Royal Sentul Park.

Terkait new normal di masa pandemi, pihaknya terus mengkampanyekan kebiasaan menjaga jarak (physical distancing), selalu menggunakan masker, menerapkan pola hidup bersih dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.

Tatanan hidup baru atau New Normal ini menjadi Standard Operating Procedure (SOP) baru yang wajib disiapkan saat kita hidup berdampingan dengan Covid-19.

Managing Partner Property Management Coldwell Banker Indonesia (CBI) Abdul Rahman Elly menyebut, seluruh pihak perlu membaca tren dan adaptif terkait perubahan-perubahan akibat dampak wabah ini dengan selalu menerapkan pola hidup bersih dalam segala aktifitas.

Baca: Andre Rosiade Usulkan Agar Dipecat, Arief Poyuono: Siapa Dia? Anak Kemarin Sore di Gerindra

“Sektor bisnis sendiri khususnya properti itu akan terus berkembang dalam situasi apapun. Kalau kita melihat tren perubahan secara global, situasi ini menuntut berbagai pihak untuk adjustment dan adaptif. Properti harus bisa menyediakan produk yang memiliki uniqueness dan adaptif dengan situasi saat ini,” jelasnya.

Menurut Elly, bisnis properti dalam beberapa dekade terakhir mengalami pasang surut, booming maupun lesu.

Baca: Smartphone dari Black Market Masih Bisa Digunakan Meskipun Ada Aturan Blokir IMEI, Ini Alasannya

Setiap masa dengan berbagai kendalanya selalu akan menciptakan flowing dan sektor properti akan selalu bisa bertahan karena sektor ini teramat penting dan mempunyai kebutuhan yang sangat besar.

Dia menegaskan, pengembang harus bisa menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) baru dengan konsep Healthy and Hygiene pada saat bangunan itu sudah beroperasi.

Baca: Kisah Begal Sepeda di Panglima Polim, Penangkapan Pelaku Oleh Polisi Berkat Bantuan Orangtuanya

Antara lain, dengan membuat gambar dan video edukasi mengenai penerapan protokol kesehatan pada area bangunan seperti ruang publik, lobby, koridor, toilet dan lain lain.

"Pada masa pandemi ini kita harus meyakinkan kepada konsumen bahwa kondisi Marketing Gallery sudah menerapkan protokol kesehatan, sehingga calon konsumen merasa nyaman saat melakukan site visit untuk meninjau lokasi serta dalam proses pemasaran kita harus memperkuat tools digital marketing untuk melakukan penjualan dan branding terkait keunggulan produk,” kata dia.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved