Breaking News:

KAI: Pengguna Kereta Jarak Jauh Okupansi Masih Sekitar 30 Persen

Eva Chairunisa menjelaskan ada kenaikan volume pengguna kereta api jarak jauh sejak dioperasikan kembali 12 Juni 2020.

Abdul Majid/Tribunnews.com
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat PT KAI Daerah Operasi 1 Jakarta, Eva Chairunnisa saat meninjau Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (4/6/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Humas KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa menjelaskan okupansi pengguna kereta api jarak jauh masih di bawah 30 persen sejak dioperasikan kembali 12 Juni 2020.

“Dibanding pada saat baru dioperasionalkan kembali di era new normal, mungkin bisa dibilang sekitar 30 persen okupansi tapi memang berubah-ubah, ada juga yang cancel," kata Eva di Depo Kereta Api Cipinang, Senin (22/6/2020).

Baca: KAI Daop 1 Tak Tutup Kemungkinan Stasiun Pasar Senen Tambah Jumlah Perjalanan

Dia menyampaikan bahwa beberapa pengguna kereta api reguler yang batal berangkat akibat tidak lolos syarat verifikasi.

Menurutnya rangkaian swab test hingga rapid test yang dilakukan sebelum melakukan perjalanan bukanlah sebuah kendala.

Eva menyebut bahwa KAI selalu mendukung seluruh langkah upaya pencegahan wabah pandemi Covid-19.

Lebih lanjut lagi, dia enggan berspekulasi terkait pendapatan perseroan yang turun dampak dari turunnya okupansi.

"PT KAI akan mendukung apapun yg dilakukan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Sebagai operator transportasi kami akan tetap mendukung melayani masyarakat," tutur Eva.

Sebelumnya, penumpang KA jarak jauh ditolak berangkat lantaran tidak lolos tahap verifikasi berkas persyaratan untuk perjalanan.

Baca: Kisah Wawan Setiawan, Kebiasaannya Sebagai Masinis Kereta Api Berubah Total Sejak Pandemi

Halaman
12
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved