Breaking News:

Virus Corona

Biaya Rapid Test Diharapkan Tidak Lebih Mahal dari Harga Tiket Kapal Laut

Terkait protokol kesehatan ini seperti rapid test untuk penumpang angkutan laut, Carmelita meminta, agar biayanya tidak melebihi tiket kapal

TRIBUN JATENG/TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
ILUSTRASI - Untuk mencegah pandemi covid19 karyawan Tribun Jateng mengikuti rapid test di Gedung Kompas Gramedia Jalan Menteri Supeno No 30 Semarang, Kamis (25/06/20). Rapid test corona adalah salah satu jenis pemeriksaan untuk mendeteksi adanya infeksi virus Corona (COVID-19) dalam tubuh. Pemeriksaan ini dilakukan sebagai skrining awal infeksi virus Corona pada orang yang berisiko tinggi. Rapid test corona di Indonesia sendiri menggunakan sampel darah untuk mendeteksi kadar antibodi imunoglobulin terhadap virus dalam tubuh. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesian National Shipowner Association (INSA) meminta adanya prosedur yang lebih memudahkan industri pelayaran terkait protokol kesehatan di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Ketua Umum INSA, Carmelita Hartoto mengatakan saat ini dalam kondisi masa adaptasi kenormalan baru, ada protokol kesehatan untuk penumpang angkutan laut.

Baca: Pandemi Covid-19 Bikin Mobilitas Pengiriman Barang Berkurang, Pendapatan Sektor Pelayaran Menurun

"Protokol kesehatan tersebut, seperti rapid test untuk Covid-19, dan penggunaan alat pelindung diri seperti masker," kata Carmelita dalam diskusi online, Kamis (25/6/2020).

Terkait protokol kesehatan ini seperti rapid test untuk penumpang angkutan laut, Carmelita meminta, agar biayanya tidak melebihi tiket kapal.

"Kami meminta kepada Kementerian Perhubungan, agar dapat menjembatani pelayaran dan Gugus Tugas agar rapid test ini tidak lebih mahal dari harga tiket," kata Carmelia.

Saat ini diketahui, lanjut Carmelita, harga tiket pelayaran lebih murah dari rapid test Covid-19 untuk penumpang kapal.

Dalam hal protokol kesehatan, perusahaan pelayaran sudah menerapkan protokol tersebut dengan adanya ketentuan bagi karyawan yang bekerja di rumah dan sebagian bekerja di kantor.

Baca: Jalani Rapid Test, 800 Karyawan Perusahaan Es Krim Ini Dinyatakan Zero Covid-19

"Selain itu juga dalam menghadapi adaptasi kenormalan baru, operator telah berinovasi mengembangkan aplikasi dan sistem IT untuk jasa melacak kargo dan merekap informasi kapal.

Kemnudian Carmelita mengungkapkan, industri pelayaran juga sudah melakukan otomasi dokumen dan jadwal pelayaran dan masing masing perusahaan sudah membuat digitalisasi tiket dan pemesanan secara online.

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved