Breaking News:

Dapat Uang dari Sri Mulyani, Direksi Bank Mandiri Langsung Turun ke Pasar

Direksi perusahaan bahkan sampai langsung turun ke pasar-pasar untuk melihat potensi kredit mikro itu

WARTA KOTA/henry lopulalan
PAPARAN KINERJA MANDIRI-Direktur Retail Banking Bank Mandiri Donsuwan Simatupang, Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan Hery Gunardi, Wadirut Sulaiman Arif Arianto dan Direktur Keuangan Panji Irawan(kiri-Kanan) saat menyampaikan paparan kinerja triwulan III-2018 kepada media, Jalan GatotSubroto, Jakarta Selatan, Rabu (17/10). Mencetak pertumbuhan kredit 13,8% menjadi Rp781,1 triliun, Bank Mandiri berhasil mendorong laba bersih naik 20% menjadi Rp18,1 triliun pada sembilan bulan pertama tahun ini. Ekspansi tersebut juga meningkatkan aset Bank Mandiri Group menjadi Rp1.173,6 triliun pada akhir September 2018.-Warta Kota/henry lopulalan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyatakan langsung gerak cepat setelah mendapat penempatan uang negara dari Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Direktur Operasional Bank Mandiri Panji Irawan mengatakan, direksi perusahaan bahkan sampai langsung turun ke pasar-pasar untuk melihat potensi kredit mikro itu.

Baca: Bank Mandiri Percepat Salurkan Kredit Mikro Lewat Gawai

"Jadi, kami turun langsung ke pasar-pasar. Kemarin Pak dirut juga jajaran direksi mendatangi Pasar Mayestik, Pasar Blok M, Pasar Fatmawati untuk melihat apakah di lapangan ada keperluan tambahan modal kerja," ujarnya saat webinar, Selasa (30/6/2020).

Panji menjelaskan, Bank Mandiri melakukan langkah menjemput bola supaya tidak hanya menunggu para calon debitur datang.

"Direksi pun memberi contoh kepada pasukan kami di lapangan turun ke pasar-pasar untuk menjemput bola kepada para pedagang-pedagang. Kepada para wiraswasta di pasar-pasar maupun di tempat-tempat untuk kita bisa bantu dengan memberikan kredit," katanya.

Baca: Bank Mandiri Perkirakan Restrukturisasi Kredit Capai Rp 180 Triliun Akibat Covid-19

Sementara itu, Bank Mandiri optimistis target penyaluran uang negara senilai Rp 21 triliun dapat terlaksana sesuai target pemerintah.

"Jadi, target Rp 21 terjun apakah bisa? Kita bisa karena memang ada di dalam pipeline yang sudah ada. Lalu, kita menyadari selama 3 bulan pengusaha ini PSBB, dia belum banyak melakukan perdagangan," pungkas Panji.

Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved