Breaking News:

Diaspora Indonesia di Kanada Beri Tips agar UMKM Bisa Tembus Pasar Dunia

Konsul Jenderal Indonesia di Toronto, Leonard F. Hutabarat mengatakan Indonesia masih dapat meningkatkan ekspor produk-produk ke luar negeri

Dok. KBRI Toronto
Diaspora Indonesia Joe Oey (kiri) yang sukses jalankan usaha sebagai importir produk makanan Indonesia di Toronto selama 32 tahun 

Meski dalam 10 tahun terakhir peraturan mengenai food safety di Kanada semakin ketat, namun masih sangat mungkin untuk dipenuhi oleh produsen makanan di Indonesia.

“Misalnya, produsen harus menyebutkan jika produknya mengandung susu harus disebutkan,” ujarnya

Eksportir juga sudah harus mengantongi lisensi dan juga traceability sesuai regulasi untuk memberi jaminan bahwa produk makanan tersebut aman untuk dikonsumsi.

 Packaging produk juga perlu dibuat dalam dua Bahasa, yaitu Bahasa Inggris dan Perancis.

Masyarakat Kanada tergolong berani dalam hal makanan dan tidak segan-segan mencoba makanan dari berbagai latar budaya, sepanjang memperhatikan aspek-aspek yang menjadi perhatian utama mereka, seperti kandungan, fakta nutrisi, sampai aspek lingkungan.

Konjen Leonard  juga menambahkan the new normal mempunyai karakteristik tertentu khususnya untuk makanan sehingga perlu protokol kesehatan baru bagi industri.

Baca: Wamen BUMN Dorong LinkAja Salurkan Kredit ke UMKM Tahun Depan

Marketing digital atau e-commerce merupakan salah satu cara yang paling aman untuk berbisnis di saat pandemi COVID-19.

“UMKM tidak hanya menjadi tulang punggung perekonomian di banyak negara berkembang, namun juga 90% perusahaan di dunia didukung oleh UMKM, termasuk 70% pekerjaan berada di sektor UMKM dan kontribusi UMKM pada 50% GDP dunia,” ujar Leonard.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved