Breaking News:

Jaga Likuiditas, Bank Mandiri Sarankan Pelaku Usaha dan Bankir Jaga Rasio Uang Tunai

"Kebutuhan atas likuiditas penting dan saya sarankan juga kepada teman-teman pengusaha pada saat ini cash is the king," ujarnya

KONTAN/Carolus Agus Waluyo
ILUSTRASI. Teller menghitung mata uang rupiah di salah satu bank di Jakarta, Selasa (7/4). Jelang siang, rupiah menguat 0,40% ke Rp 14.657 per dolar AS. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyatakan pentingnya menjaga likuiditas bagi perbankan dan perusahaan saat adanya pandemi virus corona atau Covid-19.

Direktur Operasional Bank Mandiri Panji Irawan mengatakan, pihaknya juga mengajak pengusaha untuk mempercayai istilah cash is the king saat ada krisis ekonomi.

Baca: Binance dan Tokocrypto Resmi Perdagangkan Stablecoin Berbasis Rupiah

"Kebutuhan atas likuiditas penting dan saya sarankan juga kepada teman-teman pengusaha pada saat ini cash is the king," ujarnya saat webinar, Selasa (30/6/2020).

Karena itu, dia mengingatkan, pelaku usaha dan bankir untuk harus menjaga rasio uang tunai supaya bisa tetap menjalankan bisnis saat krisis.

"Karena bagaimana mau berbisnis kalau tidak punya tunai, kan begitu, saya mengalami krisis tahun 1995, 1998, 2005, 2008," kata Panji.

Baca: Jokowi Ancam Reshuffle, Pengamat Politik Prediksi Menteri Ekonomi Diganti: Kalau Menkes dari Dulu

Panji menambahkan, semua krisis tersebut polanya berbeda-beda, namun tetap intinya mesti bisa mengelola arus kas agar tetap positif.

"Saya katakan di dalam situasi krisis, kita harus sangat berhati-hati sekali dalam memproyeksi bagaimana proyeksi cash inflow dan bagaimana proyeksi dari cash outflow, apakah negatif atau positif," pungkasnya.

Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved