Breaking News:

Bank Mandiri Ikut Bantu BRI Salurkan Kredit ke UMKM

Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar mengatakan, pihaknya akan masuk ke sektor UMKM dari biasanya fokus ke korporasi.

WARTA KOTA/henry lopulalan
IMLEK NASABAH MANDIRI - Dirut Bank Mandiri Royke Tumilaar (tengah) bersama nasabah utamanya melakukan prosesi Yee Shang di sela perayaaan Imlek bersama nasabah utama di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (6/2/2020). Perayaan ini menjadi satu moment terbaik bagi manajemen Bank Mandiri untuk mempererat keakraban dengan nasabah utama, terutama nasabah High Net Worth Individuals (HNWI) serta menyampaikan perkembangan terbaru mengenai perusahaan. Tercatat hingga akhir 2019, Bank Mandiri mengelola asset under management sekitar 55.500 nasabah HNWI dengan nilai mencapai Rp. 206,8 triliun, naik sekitar 9% dari tahun sebelumnya.--Warta Kota/henry lopulalan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyatakan, akan ikut membantu menyalurkan kredit ke Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) setelah dapat penempatan dana pemerintah.

Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar mengatakan, pihaknya akan masuk ke sektor UMKM dari biasanya fokus ke korporasi.

Baca: Garap UMKM, BRI Optimistis Penyaluran Kredit Masih Tumbuh 5 Persen

Baca: BRI Ekspansi Kredit hingga Rp 90 Triliun ke Sektor Pangan hingga Pariwisata

"Tambahan saja tadi yang disampaikan Pak Sunarso (direktur utama BRI), semua akan masuk di sektor-sektor tertentu yang kami rasa kami siap. Sebagai contoh, kami bidangnya lebih banyak di korporasi, tapi bukan berarti kami tidak masuk di mikro juga dan beberapa koperasi, kami juga bantu pembiayaannya," ujarnya saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/7/2020).

Menurutnya, sepanjang memang situasi ekonomi ini mulai ada kelonggaran melalui transisi PSBB maka perusahaan siap untuk melakukan ekspansi kredit hingga ke UMKM sekalipun.

"Karena ini juga penting bahwa namanya kesehatan itu nomor satu. Jadi, tetap kami akan melihat apa protokol kesehatan itu harus dijaga dalam konteks ekspansi," kata Royke.

Selain itu, juga melihat adanya kelonggaran-kelonggaran pembatasan sosial dari beberapa pemerintah daerah (pemda).

"Itu akan menjadi trigger juga, membantu kami melakukan penetrasi yang lebih dalam lagi kedepan. Di sektor perdagangan, hotel, dan segala macam mungkin jadi prioritas kami," pungkasnya.

Berita Populer
Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved