Breaking News:

Garap UMKM, BRI Optimistis Penyaluran Kredit Masih Tumbuh 5 Persen

BRI menyatakan, masih fokus untuk memprioritaskan penyaluran kredit ke Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

TRIBUN/HO
Petugas melakukan penyemprotan disinfektan di Plaza BRI 1 dan 2 Kantor Pusat Bank BRI, Jakarta Pusat, Minggu (15/3/2020). Aktifitas tersebut merupakan upaya BRI untuk memberikan perlindungan terhadap kesehatan dan keselematan para pekerja BRI. Sejak COVID 19 pertama kali terdeteksi di Indonesia, BRI telah melakukan langkah langkah pencegahan diantaranya membagikan masker kepada seluruh pekerja, menyediakan hand sanitizer serta mengajak untuk menjalankan GERMAS. TRIBUNNEWS/HO 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menyatakan, masih fokus untuk memprioritaskan penyaluran kredit ke Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Direktur Utama Bank BRI Sunarso mengatakan, UMKM yang dapat prioritas saat pandemi corona atau Covid-19 adalah sektor pertanian, transportasi, pariwisata, perumahan, dan konstruksi.

"Apakah yang non UMKM tidak dapat? Apabila ada yang memungkinkan dan memang itu bisa mengungkit pertumbuhan ekonomi dan layak ya pasti akan menjadi target market juga untuk menumbuhkan kredit," ujarnya saat konferensi pers, Rabu (1/7/2020).

Baca: BRI Ekspansi Kredit hingga Rp 90 Triliun ke Sektor Pangan hingga Pariwisata

Menurutnya, untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi, perbankan harus tetap optimistis penyaluran kredit masih tumbuh tahun 2020.

"Pesan yang ingin saya sampaikan adalah bahwa kita optimis selama tahun 2020, kira-kira industri perbankan bagaimana prospeknya untuk menumbuhkan kredit. Tahun lalu, industri perbankan bisa menumbuhkan kredit sekira 6 persen dan tahun inipun kredit masih tumbuh positif," kata Sunarso.

Sunarso menambahkan, BRI menargetkan pertumbuhan kredit di kisaran 4 sampai 5 persen di tengah krisis ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19.

"Saya mewakili BRI, BRI masih kita targetkan akan tumbuh sekira 4 sampai 5 persen. Kemudian, mungkin teman-teman bank Himbara lain punya pertumbuhan masing-masing, tapi kalau secara nasional yang penting adalah bahwa saat krisis ini masih bisa tumbuh secara positif," pungkasnya.

Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved