Breaking News:

Pulihkan Perekonomian, BI Jabar Dorong UMKM Adopsi Teknologi Digital

Bank Indonesia juga turut aktif mendukung pemulihan ekonomi khususnya di bidang sektor riil melalui peran 46 perwakilan.

TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Pekerja menggoreng tempe goreng khas Bandung di toko oleh-oleh di Jalan Soekarno Hatta, seberang Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, Jumat (29/5/2020). Pandemi Covid-19 yang berujung adanya larangan mudik Lebaran, berdampak pada pelaku UMKM yang menjajakan dagangannya di pinggir jalan, seperti pedagang oleh-oleh khas Bandung ini yang mengalami penurunan omzet hingga 80 persen dibanding Lebaran sebelumnya. Hal tersebut karena Lebaran di tahun ini minim pembeli karena pemudiknya nyaris tidak ada. Musim Lebaran sebelumnya pedagang oleh-oleh di kawasan ini biasa menyetok tempe goreng untuk H-7 hingga H+7 sebanyak lebih dari satu ton, sementara di saat pandemi Covid-19 ditambah adanya larangan mudik produksi tempe goreng untuk penjualan selama Lebaran tidak sampai satu kuintal. (TRIBUN JABAR/KURNIAWAN) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Herawanto mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mengadopsi teknologi digital sebagai langkah pemulihan ekonomi nasional.

"Upaya memulihkan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 ini tidak bisa lepas dari peran teknologi digital sebagai penentu peradaban di masa depan. Pemanfaatan teknologi akan mengakselerasi UMKM," papar Herawanto saat webinar nasional, Rabu (1/7/2020).

Menurutnya, Bank Indonesia juga turut aktif mendukung pemulihan ekonomi khususnya di bidang sektor riil melalui peran 46 perwakilan.

Baca: Bank Indonesia: 72,6 Persen Usaha UMKM Terdisrupsi Pandemi Covid-19

Herawanto menjelaskan BI Jabar telah menyiapkan empat langkah agar UMKM dapat kembali menjadi penopang perekonomian khususnya di Provinsi Jawa barat.

"Kontribusi BI di antaranya percepatan penyelamatan, menggalang komunikasi UMKM yangg selama ini menjadi binaan, peningkatan ketahanan dan kapasitas UMKM serta pemanfaatan digitalisasi seperti pembayaran QRIS," terang dia.

Herawanto mengakui bahwa UMKM di Jawa Barat memegang peran dominan, menjadi pilar penting perekonomian.

"Sektor pengolahan, pertanian, peternakan, dan lainnya merupakan kontribusi dari UMKM Jabar," sambungnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta seluruh pelaku UMKM harus bermigrasi ke platform digital supaya bisa bertahan di tengah tantangan zaman.

"Jadi mari sama-sama kita hijrah memanfaatkan teknologi digital agar dapat semakin bersaing," tutur Kang Emil, sapaannya.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved