Breaking News:

Ridwan Kamil Minta UMKM Jawa Barat Tidak Kaget Hadapi Era Disrupsi

Ridwan Kamil meminta pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tidak kaget di tengah tantangan era disrupsi.

dok. Kementan
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tidak kaget di tengah tantangan era disrupsi.

"Covid-19 ini memberikan pelajaran bahwa yang pertama kita tidak boleh kaget dengan disrupsi. Suka tidak suka, siap tidak siap interupsi itu akan hadir. Apakah oleh disrupsi kesehatan, apakah oleh interupsi teknologi, apakah oleh interaksi sosial politik," jelas Kang Emil sapaannya saat webinar nasional, Rabu (1/7/2020).

Baca: Garap UMKM, BRI Optimistis Penyaluran Kredit Masih Tumbuh 5 Persen

Baca: Pulihkan Perekonomian, BI Jabar Dorong UMKM Adopsi Teknologi Digital

Menurutnya, pelaku UMKM harus bisa melakukan inovasi dan kreatif agar tetap bisa bertahan di kondisi adaptasi kebiasaan baru (AKB).

"Saya titip pesan UMKM harus siap terhadap disrupsi dan interupsi itu. Barang siapa yang dekat dengan teknologi hidupnya akan lebih muda, dan yang jauh dari teknologi akan sulit," terangnya.

Di tengah pandemi Covid-19, pelaku UMKM ini diuji untuk bisa mengadopsi teknologi digital dalam menjalankan setiap usahanya.

Emil menilai bisnis yang sudah memanfaatkan basis teknologi akan mudah berkembang ketimbang yang offline.

"Semua UMKM harus memaksakan diri menggunakan ekosistem digital, UMKM di Jabar ini hanya 17 persen yang sudah bertransmigrasi itu pun lebih besar dari nasional 13 persen," kata dia.

Emil menekankan pentingnya secara bersama-sama UMKM berhijrah ke digital.

Menurutnya, digitalisasi langkah penting dalam tantangan krisis pandemi, terutama sektor agrikultur yang permintaannya selalu tinggi.

Mantan Wali Kota Bandung itu menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat sedang melakukan lima upaya dalam membantu para pelaku UMKM.

"Pertama memudahkan hadirnya bahan baku, memudahkan urusan permodalan, melancarkan produk dan distribusi, menaikkan daya beli, dan membantu menaikkan omzet penjualan," pungkasnya.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved