Breaking News:

Apa yang Harus Dilakukan Jika Portofolio Saham Minus saat Pandemi? Ini Saran Danareksa

Menurutnya, jumlah perusahaan tercatat atau emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) cukup banyak yakni 692 emiten yang sahamnya bisa dibeli publik

Tribunnews/JEPRIMA
Direktur Capital Market Budi Susanto (kiri), Direktur Utama Friderica Widyasari (tengah) dan Direktur Investment Banking Advisory Santi Suryandari (kanan) saat menjadi pembicara pada diskusi media dan perkenalan manajemen baru PT Danareksa Sekuritas di BRILiaN Center, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2020). PT Danareksa Sekuritas (DS) yang telah diakuisisi sebesar 67% oleh PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) pada akhir tahun 2018, berupaya terus tumbuh secara berkesinambungan dengan meningkatkan pangsa pasar guna memperkuat lini bisnis retail. Penguatan tersebut dilakukan melalui optimalisasi sinergi DS dengan Sentra Layanan prioritas BRI yang tersebar di berbagai kota dan didukung dengan pengembangan system online trading yakni D ONE. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Danareksa Sekuritas menyatakan kondisi pandemi virus corona atau Covid-19 saat ini bisa membuat seorang investor rugi hingga puluhan persen di portofolio sahamnya.

Direktur Utama Danareksa Sekuritas Friderica Widyasari Dewi menjawab pertanyaan dalam sebuah diskusi terkait seseorang yang mengalami kerugian 20 persen.

Baca: INDEF: Indonesia Perlu Insentif yang Mudah Dijalankan Investor

"Kalau misal rugi 20 persen, saya kasih saran input yang simpel gini, apakah saham-saham yang dibeli itu fundamentalnya bagus atau tidak? Apakah ini total rugi 20 persen ini adalah dampak dari pandemi ataukah memang fundamentalnya tidak baik?" ujarnya saat teleconference, Jumat (3/7/2020).

Menurutnya, jumlah perusahaan tercatat atau emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) cukup banyak yakni 692 emiten yang sahamnya bisa dibeli publik.

"Tentu ini tidak semuanya punya fundamental yang baik ya. Kita semua tahu ada saham yang kemudian harganya tidak mencerminkan nilai dari perusahaan itu sendiri," kata Friderica.

Dia menjelaskan, sebelumnya sudah bukan rahasia umum bahwa terjadi moral hazard di pasar modal Indonesia yang dilakukan oleh oknum pelaku pasar.

"Tentu sudah tahulah beberapa kasus-kasus yang dimana orang-orang tidak bertanggung jawab ini. Bersama-sama menggerakkan harga tertentu menjadi harga tertentu dari suatu saham," tuturnya.

Baca: Kejaksaan Agung Tetapkan Tersangka dalam Perkara Dugaan Korupsi PT Danareksa Sekuritas

Disisi lain, tidak dipungkiri bahwa untuk saham-saham seperti model ini yang tidak bagus fundamentalnya maka investor banyak lakukan aksi jual rugi atau cutloss.

"Menurut saya apalagi saat ini semua lagi tiarap lah, banyak kasus itu mungkin banyak cutloss. Namun, kalau saham-sahamnya itu fundamentalnya bagus, tapi saat ini hanya terkena dari dampak Covid-19 atau secara global untuk investasi jangka panjang," pungkas Friderica.

Berita Populer
Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved