Breaking News:

Virus Corona

Kondisi Krisis Covid-19, Investor Reksa Dana Diimbau Tidak Panik

Meski demikian, selama investor tidak mencairkan atau melakukan redemption atas reksa dananya, maka masih disebut sebatas sebagai potensi rugi

HANDOUT
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Krisis ekonomi akibat pandemi virus corona atau Covid-19 yang terjadi sejak Maret lalu membuat banyak investor reksa dana mengalami potensi kerugian investasi.

Direktur Infovesta Utama, Parto Kawito mengatakan, investor tidak perlu panik dalam kondisi tidak menentu seperti sekarang.

Baca: Apa yang Harus Dilakukan Jika Portofolio Saham Minus saat Pandemi? Ini Saran Danareksa

"Potensi kerugian tidak hanya terjadi di reksa dana berbasis saham, jenis reksa dana lain seperti reksa dana pendapatan tetap juga mengalami fase naik-turun," ucap Parto, Jumat (3/7/2020).

"Ini disebabkan pergerakan harga obligasi yang menjadi underlying-nya," sambungnya.

Meski demikian, selama investor tidak mencairkan atau melakukan redemption atas reksa dananya, maka masih disebut sebatas sebagai potensi rugi.

“Kerugian baru terjadi ketika investor melakukan redemption atas reksa dana yang dimilikinya,” tambahnya.

Menurutnya, naik turunnya investasi di reksa dana adalah hal biasa.

Dia menyampaikan Indonesia sempat mengalami beberapa kali masa krisis dan terbukti bisa melewatinya dengan baik.

Seperti di tahun 1998 lalu kemudian di tahun 2008 akibat krisis keuangan di Amerika yaitu subprime mortgage facility, industri reksa dana di Indonesia juga terkena dampaknya.

Halaman
12
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved