Breaking News:

PUPR Anggarkan Rp 2,9 Triliun Garap Rehabilitasi Saluran Irigasi Lumbung Pangan Nasional di Kalteng

Penggarapan rehabilitasi saluran irigasi lumbung pangan nasional atau food estate di Kalimantan Tengah membutuhkan anggaran Rp2,9 Triliun.

Reza Deni/Tribunnews.com
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan penggarapan rehabilitasi saluran irigasi lumbung pangan nasional atau food estate di Kalimantan Tengah membutuhkan anggaran Rp2,9 Triliun.

“Dari Kementerian PUPR mengeluarkan dana Rp49 miliar untuk desain rehabilitasi irigasi menggunakan APBN 2020. Untuk keseluruhan Rp2,9 Triliun,” kata Basuki di kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (3/7/2020).

Basuki menyebut pembangunan irigasi seluas 165 ribu hektare (Ha) itu ditargetkan rampung di tahun 2022.

Rencananya tahun ini, pemerintah akan memulai uji coba penggarapan di lahan seluas 28.000 Ha sebagai proyek percontohan.

Secara keseluruhan food estate yang terletak di antara Sungai Barito dan Sungai Kapuas ini dimulai di tahun 2021.

“Kementerian PUPR turun tangan untuk merehabilitasi saluran irigasinya. Sedangkan Kementerian Pertanian masuk menyiapkan bibit dan alat pertanian. Kementan aktor utamanya,” tutur Basuki.

Baca: PSSI Sudah Ajukan Enam Stadion ke Kementerian PUPR Untuk Segera Merevitalisasi kata Mochamad Iriawan

Di kesempatan yang sama Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyampaikan akan langsung melakukan penanaman berbagai komoditas pangan hingga berlanjut ke produksi.

Harapannya, satu hektare lahan sawah dapat digarap satu petani.

"Ini full mekanisasi jadi paling tidak 2 hektare 1 orang. Tapi dengan mekanisasi yang lebih baik, 1 orang bisa menangani 4 hektare," terang Syahrul.

Baca: PSSI Minta Kementerian PUPR Segera Revitalisasi Enam Stadion Buat Gelaran Piala Dunia U-20

Mentan mengatakan lumbung pangan ditargetkan akan memproduksi komoditas padi, hortikultura, sayur-sayuran, dan buah-buahan

“Nantinya kita juga memfasilitasi untuk ternak. Setiap komoditas yang ditanam paling tidak bisa menghasilkan 5-6 ton per hektare,” pungkas Syahrul.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved