Breaking News:

Kemenko Marves Sebut UMKM yang Masuk Ekosistem Digital Kini Nyaris 1 Juta

"Sejak 14 Mei 2020 lalu hingga 30 Juni 2020, ada penambahan 789.116 unit UMKM yang masuk ke dalam ekosistem digital," ujar Odo.

TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Pekerja menggoreng tempe goreng khas Bandung di toko oleh-oleh di Jalan Soekarno Hatta, seberang Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, Jumat (29/5/2020). Pandemi Covid-19 yang berujung adanya larangan mudik Lebaran, berdampak pada pelaku UMKM yang menjajakan dagangannya di pinggir jalan, seperti pedagang oleh-oleh khas Bandung ini yang mengalami penurunan omzet hingga 80 persen dibanding Lebaran sebelumnya. Hal tersebut karena Lebaran di tahun ini minim pembeli karena pemudiknya nyaris tidak ada. Musim Lebaran sebelumnya pedagang oleh-oleh di kawasan ini biasa menyetok tempe goreng untuk H-7 hingga H+7 sebanyak lebih dari satu ton, sementara di saat pandemi Covid-19 ditambah adanya larangan mudik produksi tempe goreng untuk penjualan selama Lebaran tidak sampai satu kuintal. (TRIBUN JABAR/KURNIAWAN) 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Odo R M Manuhutu menyampaikan perkembangan implementasi gerakan 'Bangga Buatan Indonesia'.

Gerakan ini dibuat untuk mendorong para pelaku UMKM untuk 'melek teknologi digital' demi menyiasati krisis ekonomi akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Ia mengatakan sejak pertengahan Mei hingga akhir Juni lalu, terdapat peningkatan unit UMKM yang masuk dalam ekosistem digital.

Baca: Dukung Pertumbuhan UMKM di saat New Normal, Ini yang Dilakukan TikTok

Pernyataan tersebut disampaikan dalam agenda media briefing bertajuk 'Kolaborasi Platform Digital untuk Mendukung Langkah New Normal UMKM' yang digelar TikTok, Jumat (10/7/2020).

"Sejak 14 Mei 2020 lalu hingga 30 Juni 2020, ada penambahan 789.116 unit UMKM yang masuk ke dalam ekosistem digital," ujar Odo.

Menurutnya, angka UMKM yang go online tersebut terus bertambah hingga mencapai separuh dari target yang ingin dicapai pemerintah.

"Data terakhir, sampai saat ini mungkin sudah mencapai angka 1 juta dari 2 juta yang ditargetkan," kata Odo.

Di masa pandemi ini, kata Odo, angka penjualan produk UMKM yang dilakukan secara online justru mengalami peningkatan.

Sebelumnya, dari 60 juta UMKM di Indonesia, baru 8 juta atau sebesar 13 persen UMKM yang beralih memanfaatkan platform digital.

Halaman
12
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved