Breaking News:

Menteri Koperasi: Banyak UMKM Keliru Mengira Dana PEN Dikelola Kementerian

Teten menegaskan jajarannya setiap hari melakukan pemantauan realisasi dari implementasi program PEN agar tepat sasaran.

Kemenkop dan UKM
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki bercerita banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) yang menagih dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Teten menyampaikan program PEN akan jalan hingga September 2020 yang disalurkan lewat lembaga pembiayaan.

"Jadi bukan lewat kementerian koperasi. Karena banyak juga yang keliru, saya ditagihkan kapan cair. Ini kebanyakan Koperasi dan UMKM di daerah," katanya saat diskusi virtual di Jakarta, Kamis (16/7/2020).

Baca: Antisipasi Krisis Pangan, UMKM Pangan Didorong Terhubung Ekosistem Digital

Teten menegaskan jajarannya setiap hari melakukan pemantauan realisasi dari implementasi program PEN agar tepat sasaran.

"Program restrukturisasi dan penghapusan pajak juga harus diajukan oleh pihak UMKM ke pihak perbankan, BPS, BPRs, hingga koperasi simpan pinjam," urainya.

Dia berharap saat kondisi ekonomi sudah membaik, UMKM akan tertarik melakukan pinjaman baru.

Teten meyakini pemerintah memberi perhatian penuh kepada UMKM sebagai dinamisator ekonomi.

Seperti diketahui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk sektor koperasi dan usaha mikro kecil menengah hingga 9 Juli 2020 terserap Rp 8,42 triliun atau setara 6,82 persen dari total pagu anggaran Rp 123,46 triliun.

"Meski tergolong masih rendah, namun realisasi penyaluran dana PEN untuk KUMKM patut diapresiasi. Pasalnya saat ini pelaku UMKM dan koperasi masih dihadapkan pada keragu-raguan untuk kembali menjalankan bisnisnya dengan normal lantaran belum adanya kejelasan sampai kapan covid-19 bakal berlangsung," kata Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Prof Rully Indrawan.

Prof. Rully menyebut realisasi penyerapan dana PEN untuk KUMKM tersebut terbagi melalui tiga program yaitu subsidi bunga KUR dengan nilai Rp 12,96 miliar (0,26 persen dari Rp 35,28 triliun).

Kemudian melalui penempatan dana pemerintah untuk restrukturisasi kredit melalui bank anggota Himpunan Bank Negara (Himbara) senilai Rp 8,16 triliun (10,37 persen dari total dana Rp 78,78 triliun).

Adapun melalui pembiayaan investasi kepada koperasi yang disalurkan oleh Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM sebesar Rp 239,6 miliar (23,96 persen dari pagu Rp1 triliun).

"Subsidi bunga KUR, hingga 9 Juli 2020 kemarin baru ada lima bank dan satu koperasi penyalur yang telah mengajukan klaim atas dana talangannya," terang Rully.

Keenam lembaga penyalur tersebut yaitu PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BRI), Bank Kaltimtara, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Papua dan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Guna Prima Dana.

Berita Populer
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved