Breaking News:

Kemenkeu Punya 4 Jurus untuk Jaga BUMN Akibat Penjualan Terpukul Covid-19

Kemenkeu menyatakan BUMN juga turut mengalami pukulan yang sangat drastis baik dari sisi penjualan maupun pendapatan di tengah pandemi

Yanuar Riezqi Yovanda
Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga turut mengalami pukulan yang sangat drastis baik dari sisi penjualan maupun pendapatannya di tengah pandemi Covid-19.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara (Dirjen KN) Isa Rachmatarwata mengatakan, akibatnya peran BUMN sebagai agen pembangunan dan agen pencipta nilai pada perekonomian Indonesia terganggu.

Menyikapi hal ini, pemerintah menjaga keberlangsungan serta mendorong upaya perbaikan BUMN guna berkontribusi terhadap Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan memberikan 4 modalitas.

“Mendukung BUMN tidak semata-mata melihat dengan kacamata sempit dan pendek, tetapi sesungguhnya kita berharap manfaat yang lebih luas dari sekedar profit dan survival BUMN," ujarnya, Kamis (30/7/2020).

Menurutnya, pemerintah ingin BUMN ikut bergerak untuk mendukung perekonomian serta memberikan kehidupan dan penghidupan yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia.

Isa menjelaskan dukungan pemerintah atau anggaran khusus pembiayaan investasi yaitu 4 modalitas untuk mendukung BUMN yakni pertama Penyertaan Modal Negara (PMN).

Kedua, lanjut Isa, dukungan investasi pemerintah non-permanen dalam bentuk surat utang atau pun investasi langsung.

Ketiga, penyediaan investasi pemerintah, keempat, penempatan dana dan penjaminan.

“Ada empat modalitas penyaluran," pungkas Isa.

Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved