Breaking News:

Dari Safe Travel Campaign, INACA Berharap Kepercayaan Penumpang Pesawat Segera Pulih

Denon juga berharap, pemerintah daerah mendukung Safe Travel Campaign yang diinisiasi INACA dengan restu dari Kemenhub ini.

Tribunnews/JEPRIMA
Penumpang saat menyerahkan document hasil rapid test negativ Covid-19 kepada petugas di area Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2020). PT Angkasa Pura II Persero tetap menerapkan protokol Covid-19 para penumpang pun diwajibkan membawa persyaratan seperti identitas diri, dokumen penerbangan dan hasil rapid test atau PCR test negatif Covid-19, Ketatnya persyaratan bagi penumpang pesawat yang akan berpergian membuat kondisi bandara sepi dari biasanya. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta – Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA), Denon Prawiraatmadja, berharap Safe Travel Campaign dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat menggunakan angkutan udara.

Dia mengatakan, saat ini pemerintah telah membantu maskapai dan pengelola bandara dalam menyediakan layanan penerbangan yang sehat.

"Layanan penerbangan yang sehat ini tentunya agar industri angkutan udara, dapat kembali pulih dengan cepat dari dampak Covid-19," ujarnya, Senin (10/8/2020).

Ia menambahkan, seluruh stakeholder di industri penerbangan telah menjalankan protokol kesehatan dengan ketat sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Baca: Mulai 16 Agustus Rute Penerbangan Internasional di Bandara YIA Beroperasi Lagi

"Melalui Safe Travel Campaign, kami ingin meyakinkan sekaligus mengajak masyarakat untuk kembali melakukan aktivitas penerbangan seperti sediakala," kata Denon.

Denon juga berharap, pemerintah daerah mendukung Safe Travel Campaign yang diinisiasi INACA dengan restu dari Kemenhub ini.

Baca: Rencana Pemerintah Melebur BUMN Penerbangan dan Pariwisata Dinilai Hanya demi Besarkan Aset

"Jika kampanye bisa gencar dipublikasikan, maka masyarakat akan percaya diri untuk bepergian lagi menggunakan pesawat," ujar Denon.

"Harapan kami di semester II jumlah penumpang pesawat bisa sampai 20 juta, dengan melakukan Safe Travel Campaign," lanjutnya.

Denon juga mengungkapkan, Prosedur kesehatan masyarakat itu menjadi tanggung jawab Kementerian Kesehatan.

"Jangan sampai upaya kami menaikkan jumlah penumpang, pihak airlines menjadi disorot oleh pemerintah daerah," ucap Denon.

Pihak airline dan bandara, lanjut Denon, saat ini sudah menjalankan protokol kesehatan dengan ketat dari mulai pesawat, hingga sampai ke hotel untuk meningkatkan lagi perekonomian.

"Protokol kesehatan tersebut seperti Rapid test dan health alert card, untuk memastikan para penumpang yang masuk ke dalam pesawat semuanya sehat," ucap Denon.

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved