Breaking News:

Waskita Karya Sudah Membangun Lebih dari 1.300 KM Jalan Tol

Destiawan Soewardjono mengungkapkan Perusahaan yang dipimpinnya telah mendapat kepercayaan untuk membangun lebih dari 1.300 KM Jalan Tol

Alex Suban/Alex Suban
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Waskita Karya Tbk (WSKT) menjelma menjadi kontraktor spesialis pengembangan infrastruktur konektivitas dalam beberapa tahun terakhir.

President Director Waskita Karya, Destiawan Soewardjono mengungkapkan bahwa Perusahaan yang dipimpinnya telah mendapat kepercayaan untuk membangun lebih dari 1.300 KM Jalan Tol.

“Dimulai dengan akuisisi Tol Pejagan – Pemalang dan Tol Bekasi – Cawang – Kampung Melayu di tahun 2014, Waskita hingga kini terus berperan aktif dalam peningkatan konektivitas jalan tol nasional. Baik sebagai investor atau kontraktor, Waskita telah dipercaya untuk menyelesaikan sekitar 1.300 KM jalan tol di seluruh Indonesia,” jelas Destiawan dalam siaran resmi, Kamis (13/8).

Baca: Waskita Realty Garap Hunian Premium di Bali, Cluster Pertama 80 Persen Terjual

Waskita melalui anak usahanya yaitu PT Waskita Toll Road (WTR) sejak tahun 2014 sampai dengan 2019 telah melakukan investasi pada 18 ruas jalan tol dengan panjang ruas kurang lebih 1.013 km dengan nilai investasi lebih dari Rp 150 Triliun. Ruas-ruas tol tersebut berada di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera.

Sementara itu, di akhir tahun 2019 terdapat 6 ruas yang telah beroperasi penuh seperti Kanci – Pejagan, Pejagan – Pemalang, Pemalang – Batang, dan Batang – Semarang yang merupakan bagian dari jaringan tol Trans Jawa.

Selain itu terdapat 4 ruas tol yang telah beroperasi secara parsial di antaranya Bekasi – Cawang – Kampung Melayu, ruas Depok – Antasari, dan Bogor – Ciawi – Sukabumi.

WTR juga tengah menyelesaikan beberapa ruas yang berlokasi di wilayah Jabodetabek seperti 3 ruas yang termasuk bagian dari Jakarta Outer Ring Road II (JORR II) yaitu ruas Cimanggis – Cibitung, Cibitung – Tanjung Priok, dan Cinere – Serpong.

Di Pulau Sumatera, WTR memegang konsesi untuk 3 ruas tol yaitu ruas Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi yang kini telah beroperasi penuh, ruas Kayu Agung – Palembang – Betung, dan ruas Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat.

“Tujuan kami dalam berinvestasi di sektor jalan tol bukan hanya tentang bisnis, melainkan juga didorong semangat untuk berkontribusi terdapat penguatan ekonomi Indonesia melalui peningkatan konektivitas antar daerah,” ungkap Destiawan.

Guna mendukung ekspansi bisnis dan percepatan pembangunan infrastruktur, Waskita Karya aktif mengundang investor lokal maupun asing untuk dapat berpartisipasi dalam pengembangan jalan tol.

Halaman
12
Editor: Sanusi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved