Breaking News:

Aset Amar Bank Naik 13 Kali Lipat Capai Rp 3,1 Triliun

Total ekuitas dan simpanan nasabah per Juni 2020 juga menunjukkan kinerja positif mencapai Rp 1,09 triliun

Tribunnews/JEPRIMA
Direktur Utama PT Bank Amar Indonesia Tbk Vishal Tulsian berfoto bersama Direktur Penilaiain Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna usai saat pencatatan saham perdana PT Bank Amar Indonesia Tbk, di BEI, Jakarta Selatan, Kamis (9/1/2020). PT Bank Amar Indonesia melepas 1.206.068.500 saham melalui penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) dengan kode saham AMAR, dengan nominal saham Rp100 per saham dan harga penawaran umum sebesar Rp174 per saham. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Kinerja perseroan Amar Bank terus menunjukkan tren positif sejak 2014 hingga laporan keuangan per Juni 2020, total aset perseroan mencapai Rp 3,1 triliun, meningkat lebih dari 13 kali lipat dari tahun 2014 sebesar Rp 231 miliar.

Sementara itu, total ekuitas dan simpanan nasabah per Juni 2020 juga menunjukkan kinerja positif mencapai Rp 1,09 triliun dan simpanan nasabah mencapai Rp 1,7 triliun.

"Penyaluran kredit yang dilakukan perseroan juga terus meningkat. Perseroan mencatat penyaluran kredit sepanjang 2020 hingga Juni mencapai Rp 1,9 triliun, meningkat dibandingkan dari tahun 2014 sebesar Rp 59 miliar," ujar Presiden Direktur Amar Bank Vishal Tulsian, Rabu (26/8/2020).

Baca: Tips Beli Mobil untuk Pertama Kali dari Bank Mandiri serta Cara Atur Keuangannya

Peningkatan penyaluran kredit tersebut mendorong pertumbuhan pendapatan bunga bersih perseroan sebesar Rp 323 miliar, meningkat 78,14 persen dari bulan Juni tahun sebelumnya sebesar Rp 181,5 miliar.

"Jika dibandingkan dengan tahun 2014, pendapatan bunga bersih tersebut meningkat lebih dari 21 kali lipat dari Rp 15 miliar," kata Vishal.

Menurutnya, perekonomian Indonesia dan global yang saat ini tengah menghadapi tantangan akibat pandemi Covid-19 mempengaruhi hampir semua sektor industri, tidak terkecuali industri perbankan.

Baca: Cara Cek Dapat BLT UMKM Rp 2,4 Juta: Dapat SMS dari Bank Penyalur, Dilengkapi Skema Pencairannya

Tantangan tersebut turut mempengaruhi pencapaian laba bersih tahun berjalan perseroan yang terkoreksi 21,7 persen menjadi sebesar Rp 20,4 miliar dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Hal ini, lanjut Vishal, terutama dikarenakan perlambatan bisnis dan peningkatan cadangan kerugian penurunan nilai atau CKPN selama kuartal II 2020.

"Di sisi lain, perseroan menjaga likuiditas yang solid, tercermin dari rasio CAR 51,02 persen," pungkasnya.

Baca: Jadwal dan Syarat Penukaran Uang Baru Rp 75.000 Melalui Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA dan CIMB Niaga

Adapun dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar Amar Bank di pada 26 Agustus 2020, telah disetujui untuk pembagian dividen sebesar 50 persen dari laba tahun berjalan.

Laba sebesar Rp 30,7 miliar akan dibagikan sebagai dividen tunai, yang akan dibayarkan pada tanggal 25 September 2020 kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada 7 September 2020.

Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved