Breaking News:

Pelaku Bisnis Dituntut Serius Memperhatikan Konsep Pembangunan Berkelanjutan

Konsep pembangunan berkelanjutan menjadi penting dalam upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

Reynas Abdila/Tribunnews.com
Chief Sustainability Officer DBS Bank, Mikkel Larsen (kanan) dalam diskusi daring Restart and Rebuild After Crisis, Rabu (26/8/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Konsep pembangunan berkelanjutan menjadi penting dalam upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

Para pelaku usaha atau perusahaan dituntut agar lebih peduli kelestarian lingkungan dan sumber daya.

Chief Sustainability Officer DBS Bank Mikkel Larsen menegaskan, pemulihan masa pandemi Covid-19 makin penting untuk perusahaan serius memperhatikan konsep keberlanjutan.

Baca: DBS Indonesia Sabet Penghargaan Internasional Saat Lebih dari 50 Persen Staf Bekerja dari Rumah

"Kami telah memulai dengan adanya mandat CEO board tentang keberlanjutan, karena kami secara mendasaryakin, inilah hal benar yang harus dilakukan," ujar Mikkel dalam diskusi daring Restart and Rebuild After Crisis, Rabu (26/8/2020).

Mikkel menjelaskan, kesadaran atas keberlanjutan saat ini telah menjadi tuntutan yang tak bisa diabaikan.

Bahkan bagi investor yang kini kian peduli dengan bisnis berkelanjutan seperti peningkatan investasi berbasis bisnis yang berkelanjutan.

Menurut Global Impact Investment Report, telah terjadi peningkatan dampakinvestasi dari USD 119 miliar pada 2016 menjadi USD 502 miliar pada 2019.

“Secara internal kami telah melakukan bisnis keberlanjutan secara benar dan ternyata menjadi kebutuhan bisnis," tegasnya.

Baca: Jadwal dan Cara Penukaran Uang Rp 75.000 Melalui Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA dan CIMB Niaga

Di berbagai negara di Asia Tenggara seperti Singapura, pihaknya bilang bahwa pemerintah pro aktif dalam mendorong berbagai kebijakan untuk pelaku bisnis menerapkan konsep keberlanjutan.

“Di Singapura ada permintaan agenda green sangat kuat, karbon tax, saya tahu hal serupa juga terjadi, termasuk penerapan (pada bisnis) bank dan korporasi," kata dia.

Baca: Jadwal dan Syarat Penukaran Uang Baru Rp 75.000 Melalui Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA dan CIMB Niaga

Lembaga riset Nielsen dalam laporannya bertajuk 'The Evolution of The Sustainability Mindset' terbitan 2018 mengatakan ada tren cukup besar perusahaan di dunia berkomitmen dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung keberlanjutan.

Survei tersebut menempatkan perusahaan utamanya di Asia Tenggara termasuk Indonesia menduduki peringkat teratas dalam prospek keberlanjutan yang dicanangkan PBB.

Sebanyak 76 persen perusahaan Asia Tenggara yang disurvei percaya bahwa mereka memiliki peran penting itu.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved