Pembiayaan dari Dana Wakaf Produktif Buka Jalan untuk Capai Solusi Ketahanan Pangan

"Sekitar 15 juta masyarakat kehilangan mata pencaharian. Namun, alhamduliah Pertanian masih tumbuh. Masih ada sektor yang menyumbang."

SERAMBI INDONESIA/SERAMBI/HENDRI
Ilustrasi- Petani membuat benang untuk mengusir hama burung yang memakan padinya di kawasan Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar, Kamis (13/8/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Program pembiayaan dari dana wakaf produktif yang tersalurkan melalui penggerak Social Trustfund (STF) Dompet Dhuafa bersama OK OCE Indonesia, membuka jalan untuk mencapai solusi ketahanan pangan. 

"Masih ada beberapa sektor yang masih survive. Salah satunya adalah sektor pangan. Kita telah terbangun dari tidur nyenyak dan tingkat pengangguran naik. Sekitar 15 juta masyarakat kehilangan mata pencaharian. Namun, alhamduliah Pertanian masih tumbuh. Masih ada sektor yang menyumbang tenaga kerja terbesar. Seperti panen raya ini, ekonomi bergerak di desa," kata Sandiaga, Founder OK OCE Indonesia dalam keterangannya, Senin (7/9/2020).

Baca: Daftar 22 Lembaga Keuangan Syariah yang Bisa Menerima Wakaf Uang

Ia menambahkan bahwa dengan adanya wakaf produktif, menjadi wujud nyata yang menjelaskan pahala dan amal, tidak habis, serta terus tumbuh. Selain hadirnya makanan dari pertanian, ada juga tumbuhnya lapangan kerja di tengah pandemi. "Ini kita dapat menyebutnya green jobs. Lapangan kerja berbasis pangan," jelas Sandi.

Ketua Yayasan DDR Nasyith Majidi memaparkan bahwa di Indonesia, zakat, infak, sedekah dan wakaf (Ziswaf) belum menjadi tradisi dalam pengelolaan produktif. Bukan hanya menggalakan wakaf produktif, namun juga mulai mengembangkan zakat produktif di Indonesia.

"Zakat produktif sangat layak dikembangkan di Indonesia dan menjadi salah satu instrumen dari solusi bagi penyelesaian atau jawaban beberapa persoalan perekonomian di Indonesia. Bahwa persoalan utama yang terjadi di petani adalah modal awal atau biaya yang terlalu besar," katanya.

"Dapat kita cari solusi dari zakat maupun wakaf produktif. Di pertanian Sukabumi sudah terlihat pengaplikasiannya. Adanya program di ketahanan pangan berbasis masyarakat pesantren kerjasama OK OCE dengan Dompet Dhuafa. Mudah-mudahan dapat mengkloningnya ke dalam program-program yang lebih besar,” papar dia.

Baca: Kemenag Tetapkan 22 Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang

Kali ini peruntukan tersebut bagi petani, yakni petani penggarap dan pemilik lahan di Sukabumi, binaan pesantren Al Muhtadin.

Harapannya, ke depan akan lebih banyak lagi kolaborasi penggerak yg bergabung, seperti di sektor distribusi ada OK OCE Express, pemasaran hasil panen ada OK OCE DC, Sahara, PIN, Qopnet, dan lain-lain. Mengingat dua target utama program adalah penciptaan lapangan kerja. Dalam hal ini petani penggarap. 

Dari 50 hektar sawah, telah membuka lapangan kerja baru bagi 100 orang. Sebelumnya penghasilan mereka dengan sistem ijon sangat kecil atau bahkan tidak ada. Melalui program wakaf produktif, petani akan mendapat penghasilan Rp 7 juta-Rp 10 jt sekali panen.

Tidak hanya itu, hal tersebut juga untuk menstabilkan harga di masyarakat, dengan memangkas sistem ijon dan kolaborasi antar penggerak. Langkah tersebut mampu memangkas tata niaga yang panjang dan merugikan. Sehingga harga beli ke petani sangat layak dan harga jual ke Masyarakat juga terjangkau. 

Berita ini tayang di Kontan dengan judul: https://industri.kontan.co.id/news/dorong-lapangan-pekerjaan-baru-oke-oce-gandeng-dompet-dhuafa

Sumber: Kontan
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved