Breaking News:

Virus Corona

Dibutuhkan Kedisiplinan dalam Menerapkan Protokol Kesehatan di Industri Penerbangan

Dan dengan demikian sektor kesehatan menjadi yang utama dalam setiap kegiatan termasuk di kegiatan penerbangan.

Serambi Indonesia/Hendri
Ilustrasi: Penumpang pesawat udara mengikuti protokol kesehatan di ruang tunggu Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Rabu (2/9/2020). Menurut pihak Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh, meski pandemi Covid-19 belum berakhir, arus penumpang di bandara tersebut mulai meningkat, dalam sehari mencapai 600 penumpang yang terbang menggunakan pesawat. Serambi Indonesia/Hendri 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Sanusi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Industri penerbangan menjadi salah satu sub sektor yang terdampak paling parah akibat pandemi Covid-19.

Tak hanya maskapai penerbangan, bisnis pengelolaan bandara juga tak bisa melarikan diri dari dampak merebaknya virus Covid-19 ini.

"Jumlah penumpang harian domestik dan internasional turun hingga 90 persen. Selain itu, terjadi penurunan signifikan frekuensi penerbangan tahun ini dibanding periode yang sama di tahun lalu.

Banyak pesawat yang parkir di bandara dan tidak beroperasi. Bisa dipastikan semua perusahaan yang bergerak di bidang penerbangan mengalami tekanan yang sangat luar biasa," ujar Kepala Otoritas Bandar Udara (OBU) VI Padang Agoes Soebagio, dalam FGD bertema "Upaya Menciptakan Penerbangan Yang Selamat, Aman, Nyaman, dan Sehat", Senin (14/9/2020).

Baca: Angkasa Pura I Turunkan Biaya Layanan Rapid Test di 8 Bandara Menjadi Rp 85 Ribu

Agoes mengatakan, semua berpangkal pada pandemi Covid-19 yang sampai saat ini belum ada obatnya sehingga membuat masyarakat takut untuk melakukan aktivitas di luar rumah, termasuk takut untuk terbang.

Saat ini yang bisa dilakukan adalah pengendalian agar pandemi Covid-19 tidak semakin merebak.

Dan dengan demikian sektor kesehatan menjadi yang utama dalam setiap kegiatan termasuk di kegiatan penerbangan.

Baca: Ini Syarat dan Ketentuan Calon Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Saat PSBB Ketat Diberlakukan

Untuk menghilangkan ketakutan masyarakat untuk terbang, diperlukan kerjasama antar stakeholder penerbangan untuk meyakinkan masyarakat bahwa kegiatan penerbangan adalah kegiatan yang selamat, aman, nyaman dan sehat.

Dengan adanya kegiatan masyarakat, maka dampaknya adalah berjalannya perekonomian baik di tingkat daerah maupun nasional.

Halaman
123
Penulis: Sanusi
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved