Breaking News:

REI Dorong Perbankan Syariah Lebih Agresif di Pembiayaan Perumahan

Bisnis properti menjadi salah satu sektor yang berkontribusi besar dalam mendorong berkembangnya tren pembiayaan syariah di Indonesia.

Tribunnews/JEPRIMA
Suasana pameran properti di Indonesia Property Expo 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Jumat (28/9/2018).Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Sanusi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pembiayaan perbankan syariah di Indonesia terus bertumbuh agresif. Bisnis properti menjadi salah satu sektor yang berkontribusi besar dalam mendorong berkembangnya tren pembiayaan syariah di Indonesia.

Hal ini ditandai dengan tingginya minat masyarakat untuk menggunakan kredit pemilikan rumah (KPR) berbasis syariah.

Per Juni 2020, menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) total pembiayaan pembiayaan bank syariah tercatat mencapai Rp 367,02 triliun, atau meningkat 10,18 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 333,08 triliun.

Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengakui tren pembiayaan properti syariah dalam beberapa tahun terakhir terus meningkat. Bahkan, menurut dia, saat ini KPR berbasis syariah bukan hanya diminati oleh umat Muslim saja, namun juga masyarakat non-Muslim. REI pun mendorong terus pengembangan pembiayaan perumahan berbasis syariah.

Baca: Perbankan Syariah Dinilai Butuh Infrastruktur Teknologi dan Investasi

“Pembiayaan berbasis syariah terutama KPR ini semakin diminati masyarakat, bahkan trennya sekarang banyak masyarakat yang bukan beragama Islam juga memilih menggunakan produk KPR dari bank syariah karena dinilai lebih stabil bagi enduser,” ujar Totok dalam diskusi webinar bertajuk “Alternatif Perbankan Syariah untuk Pembiayaan Perumahan” yang diadakan DPP REI, Selasa (29/9/2020).

Baca: Mudahkan Masyarakat Miliki Hunian, BTN Tawarkan KPA 3 Persen

Namun di sisi lain, tren tersebut belum diikuti informasi yang jelas kepada masyarakat untuk memahami secara benar mengenai perbankan syariah. Akibat ketidakpahaman tersebut, akhirnya dimanfaatkan oknum yang mengatasnamakan syariah namun sebenarnya tidak menjalankan syarat-syaratnya secara benar untuk melakukan aksi penipuan. 

“Kita semua berkewajiban memberikan informasi dan pemahaman kepada masyarakat mengenai konsep-konsep syariah ini secara benar termasuk konsep pembiayaannya. Tidak hanya kepada masyarakat, tetapi juga buat pengembang,” ujar Totok.

Dengan pertimbangan itulah, REI menginisiasi diskusi mengenai perbankan syariah yang diikuti anggota dari seluruh Indonesia supaya memiliki pemahaman yang sama mengenai konsep perbankan syariah, sekaligus melihatnya sebagai alternatif pembiayaan.

Wakil Ketua Umum Koordinator DPP REI Bidang Pembiayaan dan Perbankan, Umar Husin, menambahkan dukungan pemerintah terhadap pengembangan perbankan syariah semakin baik dan dibuktikan dengan meningkat transaksi pembiayaan syariah secara nasional.

Halaman
123
Penulis: Sanusi
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved