Breaking News:

UU Cipta Kerja

Anggota Tim Perumus Omnibus Law: Sasaran UU Cipta Kerja Adalah Para Pencari Kerja

RUU Ciptaker telah disahkan menjadi undang-undang dalam Rapat Paripurna DPR di Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2020).

Surya/Ahmad Zaimul Haq
Sejumlah mahasiswa dan pelajar melakukan aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Jalan Basuki Rahmat, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (8/10/2020). Buruh dan mahasiswa berkumpul untuk melakukan aksi menuju Gedung Grahadi. Surya/Ahmad Zaimul Haq 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Tim Perumus Omnibus Law APINDO/KADIN Aloysius Budi Santoso memaparkan tujuan besar dari Omnibus Law klaster Ketenagakerjaan adalah membuat sektor usaha menjadi lebih maju.

Usaha yang maju pun akan menciptakan lapangan pekerjaan baru.

"Kita harus memahami sebagai pengusaha bahwa selama ini kita menghadapi berbagai macam tantangan. konteksnya saya melihat apa yg dibuat pemerintah cukup baik yaitu bagaimana membuat usaha ini berkembang," kata Aloysius dalam webinar bertajuk Implikasi UU Cipta Kerja Bagi Pekerja dan Dunia Usaha, Jumat (9/10/2020).

Dia menekankan UU Cipta Kerja membuat lingkungan bisnis di Indonesia bakal lebih kondusif sehingga tidak hanya investor dari luar yang mau masuk, tetapi juga investor dalam negeri.

"Situasi tersebut membuat makin banyak orang mau berbisnis makin banyak juga tercipta lapangan pekerjaan. Jadi sasarannya para pencari kerja," tukasnya.

Aloysius menambahkan bahwa APINDO pada dasarnya mensupport keinginan pemerintah karena UU Cipta Kerja sasarannya kepada para pencari kerja.

"Kami sebagai pengusaha itu betul, kalau kita makin mudah berusaha, bisnis berkembang, maka kita bisa makin banyak memiliki karyawan," imbuh pria yang juga Chief Corporate Human Capital Development PT Astra International Tbk.

Menurut dia, Omnibus Law Cipta Kerja selain menampung tenaga kerja baru juga difokuskan pada aspek perlindungan pekerja (existing).

Selama hampir satu tahun mengawal diskusi tentang Omnibus Law Cipta Kerja, Aloysius menyebut yang perlu dipahami dalam membaca UU Cipta Kerja adalah harus dikolaborasikan dengan UU terkait.

Halaman
12
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved