Breaking News:

Analis: Rupiah Akan Perkasa Jika Demo Terkendali dan Neraca Perdagangan Surplus

Ariston Tjendra memperkirakan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) begerak menguat di kisaran Rp 14.650 hingga Rp 14.750.

Editor: Choirul Arifin
KOMPAS IMAGES
Kurs valas di Bank Mandiri Tbk 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aksi demonstrasi menentang Undang-undang (UU) Cipta Kerja yang terkendali dan surplusnya neraca perdagangan Indonesia diyakini bisa menjadi obat kuat untuk penguatan kembali kurs rupiah hari ini.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra memperkirakan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) begerak menguat di kisaran Rp 14.650 hingga Rp 14.750.

"Dari dalam negeri, demo yang terkendali dan surplus neraca perdagangan juga bisa membantu penguatan rupiah hari ini," ujarnya, Jumat (16/10/2020).

Sementara kabar dari luar negeri, pemerintah AS di bawah Presiden Ronald Trump semalam masih membuka kemungkinan stimulus akan dirilis sebelum pemilu. 

Baca juga: Rupiah Berada di Level Rp 14.718 per Dolar AS, Kamis 15 Oktober 2020, Diprediksi Bergerak Fluktuatif

Trump, kata Ariston, menaikan penawarannya untuk mendekati penawaran dari partai Demokrat dan pembicaraan masih berlangsung.

Menurut dia stimulus tersebut  bisa membantu pemulihan ekonomi Negeri Paman Sam akibat dampak pandemi Covid-19.

Baca juga: Prediksi Hari Ini, IHSG Akan Kembali di Bawah 5.000, Skenarionya Begini

"Sikap pemerintah Trump tersebut bisa memberikan sentimen positif untuk aset berisiko dan berpotensi mendorong pelemahan dolar AS terhadap mata uang lainnya, termasuk rupiah," pungkasnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved